Tak Diterima Hak Jawab Soal Pemberitaan Unggahan di Istagram, Riyan Klarifikasi di Media Cyber88, Pernyataanya Sangat Pedas

Tak Diterima Hak Jawab Soal Pemberitaan Unggahan di Istagram, Riyan Klarifikasi di Media Cyber88, Pernyataanya Sangat Pedas

Riyan Hardiyansyah yang Dituding Tidak Memiliki Kois Sedang Berada di Kiosnya di Pasar Banjaran

CYBER88 | Bandung -- Terkait adanya pemberitaan di salah satu media online yang berjudul “Seorang Warga yang Mengaku Pedagang Pasar Banjaran Diduga Menjadi Provokator Revitalisasi Pasar Banjaran”, Riyan Hardiyansyah, SE., tak terima “Diksi” yang digunakan dalam judul pemberitaan tersebut.
 
Menurut Riyan tudingan dengan menggunakan “diksi” diduga terkait dirinya tak memiliki kios itu adalah salah besar. Pertanyaannya, dari mana wartawan media online itu mengetahui kalau dirinya tak memiliki kios? Apakah sudah melakukan penelusuran dulu?

“Kalau Jurnalis memahami terkait “Kaidah” mungkin akan melakukan hal seperti itu, “Ujar Riyan.

"Menebutkan alamat saja saja salah. Sebab, saya tidak tinggal di Bayongbong," Imbuhnya.

Kemudian, Lanjut Riyan, tudingan dirinya menjadi provokator juga tidak benar. Sebab, apa yang dilakukannya itu hanyalah merupakan ungkapan kekecewaan sebagai pedagang yang menilai sosialisasi yang dilakukan pihak pengelola revitalisasi kurang menyentuh para pedagang. Sehingga, informasi yang didapat para pedagang menjadi simpang siur.

Terkait statementnya di Istagram Infotidayeukolot, Riyan menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan klarifikasi pada pihak penngelola pasar yakni PT BNP dan juga pada Disperdagin Kabupaten bandung. Pihak PT dan Disperdagin pun menerima masukan darinya yang menyoal terjadinya sedikit miss komunikasi antara tim sosialisasi dengan pedagang.

Lebih lanjut Riyan membeberkan, usai dirinya melakukan koordinasi dengan pihak PT dan Disperdagin, ia kembali mengunggah tayangan video klarifikasi dan permintaan maaf ababila ada pihak pihak yang terganggu dengan stetementnya di unggahan sebelumnya. 

Unghaha di video yang diupload Riyan bertuliskan “INGIN BERTANYA SOAL REVITALISASI PASAR BANJARAN BISA LANGSUNG KE DISPERDAGIN KAB.BANDUNG

Riyan yang juga sebagai salah satu jajaran staf Redaksi Media Cyber88, sangat menyayangkan pemberitaan yang menurutnya tak memenuhi “Kaidah” Jurnalistik yang tentunya melanggar kode etik. 

“Silahkan para senior dan pengamat Jurnalistik di Kabupaten Bandung baca saja atrikel yang dityangkan di media tersebut,” Katanya.

Sebagai pihak yang sama sama memahami tentang Jurnalistik, Riyan pun menyampaikan permintaan “Hak Jawab atau Hak Klarifikasi” sebagai mana diatur dalam kode etik jurnalistik pada media tersebut

Namun, kata Rian, sayangnya media online tersebut seolah tak mau membuat hak jawab yang diberikannya. 

Bahkan Jurnalis yang mengaku sebagai Kepala Perwakilan di Jawa Barat itu malah menangtang pada Riyan untuk menyomasi mediannya. Herannya lagi, Jurnalis tersebut malah mempertanyakan pada saya apakah saya sebagai Warga, Wartawan atau Pedangan, ”Sebutnya.

“Kalau akang wartawan jadi wartawanlah yang baik sesuai kode etik jurnalistik harus netral. Jadi pedagang… pedagang… jadi mau jadi wartawan ya wartawan.. mau jadi warga ya warga. Sekarang berita sudah naik, kalau akang wartawan kalau akang punya PT silahkan Somasi Media Waspira,” Begitu yang diucapkan Jurnalis tersebut dengan mengutip Kode etik Jurnalistik, seperti dikutip Cyber88.co.id

Respon sang jurnalis melalui video yang dikirimnya itu, membuat Riyan “Ngakak” Pasalnya dengan mengutip Kode Etik Jurnalistik, ia mempertanyakan apakah Riyan ini, Warga, Pedagang apa wartawan?

Pertanyaannya, adakah larangna dalam kode etik atau UU 40 Tentang Pers yang melarang seorang pedagang menjadi wartawan?

"Jadi, yang ga paham kode etik itu saya apa anda? Cetusnya.

Kemudian soal keberadan dirinya yang menjadi salah satu staf jajaran Redaksi, Riyan Meminta pada Jurnalis itu untuk membuka Web -portaal Cyber88.co.id. 

Kata Rian, namanya ada tercantum di BOX Redaksi Media Cyber88 dibawah naungan PT.Media Antar Lintas yang merupakan perusahaan yang khusus untuk perusahaan Pers.

Rian menambahkan, dirinya merasa heran apa maksud berita yang menyerang dirinya itu. Apa Motifnya? Karena seharusnya, media itu bisa menjadi corong keluh kesah masyarakat bukannya menyerang dan menuding.

Sementara ketika dirinya mengecek, media itu bukanlah media dari pihak perusahaan atau dari pihak pihak yang mengurus revitalisasi.

Terkait tantangan Somasi, Riyan mengatakan akan berkoordinasi dulu dengan Dewan Redaksi Media Cyebr88 yang selama ini selalu memberikan arahan dan masukan pada seluruh jajaran Redaksi. (Danu)

Komentar Via Facebook :