Siapakah Sosok Machica Mochtar Sang Pejuang Anak Dan Pengetok Palu Mahkamah Konstitusi Kini Nyaleg DPRD Provinsi Jabar

Siapakah Sosok Machica Mochtar Sang Pejuang Anak Dan Pengetok Palu Mahkamah Konstitusi Kini Nyaleg DPRD Provinsi Jabar

CYBER88 | Bandung, -- Kiprah Artis Senior Penyanyi Dangdut Era 1980 dan 1990-an Machica Mochtar dikancah perpolitikan nasional dimulai dengan bergabungnya dia di Partai  Solidaritas Indonesia yang mengusung semangat trilogi perjuangan dengan flatform " Anti Korupsi, Anti Intoleransi".

Sebagai pilihan gerbong politiknya, dengan saat ini tercatat sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) PSI untuk DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2024-2029 Daerah Pemilihan III (Kabupaten Bandung Barat).

Sosok Aisyah "Machica" Mochtar cukup familiar dikalangan masyarakat tanah air. Machica diketahui lahir pada 20 Maret 1970 di Sengkang, Sulawesi Selatan.

Machica Mochtar kemudian menikah dengan Moerdiono pada Desember 1993.

Sepanjang berkarier di dunia dangdut, Machica merilis beberapa album, antara lain berjudul Hanyalah Satu (1994) dan Ilalang (1998).

Lahir dan dibesarkan dalam lingkungan religius, membuat  dirinya ingin  memberikan kemanfaatan dari  sisa hidupnya untuk kemaslahatan  bagi orang banyak terutama bagi perempuan  dan anak-anak Indonesia.

Keinginan dan komitmen yang kuat untuk memperjuangkan nasib perempuan dan anak-anak terlantar  dan anak-anak yang tidak diakui membuat dirinya tertarik  terjun ke dunia politik  guna  berkontestasi merebut kursi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

"Saya salah satu pelopor perlindungan anak dan perempuan, dimana pada tahun 2011 pernah mengajukan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) dan MK kabulkan sebagian pengujian UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Uji materi Pasal 2 ayat (2) dan Pasal 43 ayat (1) ini diajukan oleh Machica Mochtar.

Hal ini dilakukannya, karena anak saya M. Iqbal Ramadhan berusia 14 tahun saat itu  tidak bisa membuat akte kelahiran, disebabkan lahir dari nikah siri dengan Bapak  Moerdiono," katanya kepada awak media, usai mengikuti Konsolidasi Politik Daerah (Kopdar) Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dan DPRD Wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar II meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat (KBB), di Ballroom Lantai 3 Hotel Sutan Radja, Soreang, Selasa (20/6/23) kemarin.

Dirinya menyakini dengan bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia merupakan pilihan yang tepat menyalurkan hasrat politik karena partai ini profesional, berbagai macam kalangan suasana kekeluargaan dan solidaritas serta kepedulian yang tinggi  terhadap nasib rakyat kecil, membuatnya  nyaman bergabung disini.

Sebagai salah seorang yang pernah merasakan ketidakadilan hukum, dirinya menyatakan pertama akan dilakukan untuk sosialisasi sebagai caleg DPRD Provinsi adalah pertama kali  turun  kemasyarakat Kabupaten Bandung Barat dimana saya cari dan sapa anak-anak terlantar dan perempuan.

"Program nantinya akan berfokus pada perlindungan anak-anak terlantar dan perempuan," tegasnya.

"Untuk itu, saya memohon doa restu kepada masyarakat Kabupaten Bandung Barat dalam upaya perjuangan untuk  membantu  serta memperhatikan anak-anak dan perempuan Indonesia, lewat keterwakilan saya di DPRD Provinsi Jawa Barat," tutupnya. * (Arif) 

Komentar Via Facebook :