Seorang Bayi Ditemukan Dengan Tali Pusar Masih Menempel Dibungkus Kantung Plastik
Bayi yang di temukan dengan tali pusar masih menempel di bawa ke Puskesmas Cikajang
CYBER88 | GARUT - Warga Kp. Ciaul RT.01 RW.04 Desa Padasuka Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut digegerkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki dalam kantung plastik dengan tali pusar masih menempel di tumpukan sampah, pada Selasa (27/06/2023).
Berdasarkan informasi yang dirangkum awak media, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 280 gram, panjang badan 48 Cm ini diduga sengaja dibuang orang tuanya.
Terlihat bayi laki-laki tersebut dalam kondisi sehat dengan tali pusar masih menempel ditubuhnya sepanjang 30 Cm.
Brigadir Ridwan dan Brigadir Agnes petugas piket Polsek Cikajang saat dikonfirmasi, mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari warga setempat sekitar pukul 07.30 WIB.
Saat ini Aipda Andri Kusmayadi PS Kanit Reskrim Polsek Cikajang tengah melakukan penyelidikan terkait dengan pembuangan atau penelantaran bayi tersebut.
"Kita mendapatkan laporan dari masyarakat telah ditemukan bayi laki-laki di tempat pembuangan sampah dalam kantung plastik warna hitam yang terikat," jelasnya.
"Bayi ditemukan pertama kali oleh seorang pemulung atau tukang rongsokan atas nama Nia yang curiga ada gerakan di dalam kantung plastik yang terikat. Selanjutnya Nia melaporkan seraya mengajak Pipit Siti Nurjanah dan Lina Marlina warga sekitar untuk memastikan penemuan tersebut, setelah dipastikan bahwa ternyata di dalam kantung plastik tersebut adalah bayi yang baru dilahirkan kemudian membawa bayi tersebut kepada saudara Nurodin dan Wahyu Umbara yang merupakan ketua RT dan RW di lingkungan tersebut yang kemudian langsung membawa bayi malang tersebut ke Puskesmas Cikajang untuk mendapatkan perawatan," ungkapnya.
Bayi laki-laki yang ditemukan tersebut kini dalam keadaan sehat dan terawat baik di ruang Poned Puskesmas Cikajang dibawah pengawasan dr. Hadi. Motif pembuangan atau penelantaran bayi oleh orang tuanya ini, masih dalam penyelidikan dan pengembangan lebih mendalam.
"Saat ini belum ada yang bisa ditetapkan sebagai tersangka, masih perlu kita lakukan penyelidikan dilapangan," pungkasnya.


Komentar Via Facebook :