Razali Muhammad: Dana Desa Untuk Desa Bukan Untuk Kolega
CYBER88 | Aceh Timur, -- Aktivis Pemerhati sosial Razali Muhammad mengatakan sungguh sangat miris melihat kebijakan pemerintah sejak akhir-akhir ini. Anggaran Dana Desa bukan lagi memprioritaskan sesuai kebutuhan masyarakat Desa melainkan lebih nengutamakan Kepentingan Para kolega daripada kepentingan Masyarakat.
Sudah menjadi rahasia umum," Sejumlah program kerja Dana Desa kerap dijumpai atas dasar keinginan dan dibaluti kemauan para pihak. Sehingga azas manfaatnya selalu dinikmati oleh para "Cukong" terdiri dari kalangan kerabat, kelompok, hingga kolega besar oknum-oknum tertentu, ungkap pria yang akrab disapa nyakli maop, “ Kata Razali minggu (23/7/2023).
Fenomena seumpama itu, Lanjut dia, acap kali terjadi dalam setiap program kerja, baik itu anggarannya bersumber APBA, APBK, bahkan sudah merambah hingga ke Angaran Dana Desa.
Mirisnya lagi, Fasilitas, Sarana dan Kebutuhan masyarakat seakan terabaikan dibalik program kerja yang terkesan "Dipaksakan" oleh oknum-oknum yang selalu mengincar kesempatan untuk meraup keuntungan,” cetusnya.
Penderitaan rakyat kecil,dari persoalan Rumah tidak layak huni, hingga sarana infrastruktur (Jalan) yang rusak dan berlubang bak kubangan kerbau," Terus menjadi tontonan menghiasi sepanjang jalan di pedalaman.
Sebagaimana terlihat di jalan menuju Gampong Seuneubok Simpang, Kecamatan Darul Aman," Kondisinya sudah sangat parah dan hancur. Namun sayangnya, sudah puluhan tahun belum ada perhatian, baik dari pemerintah Gampong maupun Pemerintah Aceh Timur,
Sementara," Kegiatan BIMTEK aparatur Desa yang menghabiskan dana mencapai puluhan juta rupiah "Mulus" terlaksana setiap tahun berjalan, bahkan milyaran anggaran Dana Desa di habiskan untuk kegiatan Tour kepala desa anehnya diduga program-program yang demikian mendapat support dari para oknum yang membekingi dan terkesan sistematis,
Salahkah sekiranya, Kubangan kerbau (Lubang) jalan Desa diperbaiki walau hanya sebatas menambalnya dengan timbunan tanah atau Sirtu (pasir) menggunakan Dana Desa, haruskah masyarakat hanya menjerit begitu juga hal Nya dengan awak media yang setia membantu untuk memberita kan pesoalkan yang di rasakan masyarakat tetapih apa daya, petinggi pemerintah macam mati suri di ruang kerjanya.
Jika dalam waktu dekat belum asa respon dari pemerintah daerah terhadap kondisi jalan lintas idi cut-seneubok simpang maka kami akan mengajak masyarakat untuk menutup akses jalan tersebut. [cek kiy]


Komentar Via Facebook :