Dugaan Pungli Pembuatan KTP Yang Mencapai Jutaan Lebih, Bupati Pelalawan Bungkam
CYBER88 I PELALAWAN - Kini program kepemimpinan Bupati Pelalawan, Zukri Misran, seolah tercoreng akibat praktek Pungli dalam pengurusan dokumen identitas, berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK) di Kantor Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kabupaten Pelalawan, Riau. Yang biaya mencapai hingga Rp.6.800.000 (enam juta delapan ratus ribu). Kamis (02/11)
Padahal komitmen Bupati kepada aparatur, setiap pelayanan bagi masyarakat dianjurkan gratis sesuai prosedur untuk penegakan Saber Pungli.
Hebohnya praktik pungli ini viral setelah diberitakan sejumlah media, menyebut oknum pegawai kelurahan berinisial SW yang meminta sejumlah uang kepada salah seorang warga yang tengah mengurus identitas diri. Akhirnya warga BB memberi dana sebesar Rp 6,8 juta pada September lalu. Bahkan dana itu juga disebut - sebut ada mengalir ke oknum pegawai di Disdukcapil.
Sebagaimana tersiar, uang sebanyak itu diberikan BB melalui dua tahap. Yang pertama ia berikan secara tunai di ruang kerja SW bagian Pelayanan umum sebesar Rp 3.000.000,-. Sedangkan tahap kedua, ia kirim melalui transfer ke rekening SW sebesar Rp 3.800.000,- pada 15 September lalu.
”Diawal saya kasih cash di ruangan pak, sebanyak Rp 3 juta,” ungkap BB seperti dilansir Persadariau, Selasa (31/10).
Uang itu diberikan sebagai biaya kepengurusan pembuatan beberapa dokumen seperti KK, KTP dan Akta Kelahiran warga dari Nias yang saat ini tengah bekerja di Pelalawan.
Sebelumnya, pegawai kelurahan yang berisinial SW sempat menolak untuk membantu pembuatan Akta Kelahiran, KTP serta KK milik para pekerja dari daerah Nias itu. Selain mereka tidak memiliki data sama sekali, pemohon juga mengimingi sejumlah uang agar SW bersedia membantu.
” Sebetulnya saya tidak mau (menguruskan pembuatan dokumen, red), karena memang tidak ada data sama sekali. Tapi didesak entah siapa saya juga tidak kenal, sepertinya pimpinan pekerja gitu,” kata Susi.
Lurah Kerinci Timur, Ridho Alfalfa ketika dikonfirmasi mengaku saat ini dirinya tengah mengambil cuti. Sebelumnya, dari beberapa narasumber mengaku bahwa Lurah pernah berjanji akan segera mengambil tindakan berupa memindahkan SW dari Kelurahan Kerinci Timur.
Sementara Bupati Pelalawan H.Zukri Misran, ketika dikonfirmasi wartawan Cyber88 via seluler WhatsApp, Rabu (01/11) terkait praktik pungli atas biaya dokumen identitas warga yang biayanya mencapai jutaan, Zukri bungkam tak ada balasan.


Komentar Via Facebook :