Kades  Ngering, Sulap Lahan Kosong Menjadi Kebon Buah Klengkeng Kwalitas Super

Kades  Ngering, Sulap Lahan Kosong Menjadi Kebon Buah Klengkeng Kwalitas Super

CYBER88 | KLATEN -- Ide kreatif dan inovatif yang dilakukan Pemerintah Desa Ngering Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten dengan mengubah lahan kurang produktif menjadi kebun buah patut diapresiasi.

Tanaman klengkeng yang ditanam pada tahun 2015 pada lahan seluas 1500 meter persegi itu telah membuahkan hasil.

Dalam beberapa tahun penantian  akhirnya pohon klengkeng berbuah dengan sangat lebat. Lebatnya buah yang dihasilkan oleh setiap pohon sampai-sampai membuat dahan harus ditopang kayu. Jika tidak, dahan bisa patah karena tidak kuat menahan beban buah yang cukup berat.

Kini  kebun buah Desa Ngering yang terletak di pinggir jalan Gondang-Gantiwarno menjadi perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas, bahkan menjadi ikon baru Kabupaten Klaten.
Itu karena di kebun buah yang berada di sebelah utara kantor Desa Ngering itu banyak terlihat buah klengkeng siap panen dengan pohon yang relatif pendek juga.

Kepala Desa Ngering, Nicolaus Rohmanto, menceritakan latar belakang pihaknya menggagas pembentukan kebun Buah Desa didasari pada kondisi tanah kas desa yang kurang produktif dan adanya pemikiran bagaimana caranya agar desa bisa meningkatkan pendapatan.

"Tahun 2009 pengelolaan tanah kas desa dilakukan dengan sistem lelang. Ternyata hasilnya juga kurang," katanya di kebun buah Desa Ngering, Selasa (5/3/2024) siang.

Kondisi itu sempat menjadi bahan pembahasan rapat dengan lembaga yang ada di desa dan tokoh masyarakat. Dari pembahasan itu akhirnya muncul ide membentuk kebun buah.

Rohmanto mengakui pada awalnya memang sempat ada keraguan. Apalagi gagasan itu sempat memunculkan pro-kontra di masyarakat.
Sebab, wilayah Desa Ngering berada pada kawasan dataran rendah, sementara tanaman klengkeng identik dengan tanaman yang tumbuh subur di kawasan dataran tinggi.

Akhirnya gagasan itu direalisasikan dengan membuat kebun buah di atas lahan seluas seribu meter persegi.
Buah klengkeng di kebun buah Desa Ngering Jogonalan Klaten.

Lahan itu kemudian ditanami 50 bibit klengkeng berbagai jenis salah satunya new crystal. Pemilihan varietas ini karena buahnya cukup besar, daging tebal, aroma yang khas dan rasanya manis.
Sejak ditanam tahun 2015, klengkeng di kebun buah Desa Ngering sudah empat kali berbuah dan dipanen hasilnya. Setiap berbuah hasilnya juga rata-rata hampir sama.

Untuk harga buah klengkeng per kilogram pihak pengelola mematok dikisaran Rp 35.000/kg sampai Rp 40.000/kg. Jadi memang harga yang pantas untuk klengkeng kwalitas super.

Diakui perawatan tanaman klengkeng juga butuh ketekunan dan kesabaran. Selama ini, pemeliharaan kebun buah melibatkan seluruh perangkat desa.
Khususnya pemeliharaan tanaman, seperti pemangkasan ranting, pemberian nutrisi hingga memetik buah. Sedangkan untuk kebersihan kebun melibatkan PKK dan warga melalui kegiatan gotong-royong.

Dalam kesempatan ini Rahmanto menyampaikan harapanya untuk
Kebun buah Desa Ngering akan semakin dikenal banyak orang di wilayah klaten khususnya, kedepanya beliau juga akan mengembangkan tanaman buah lainya serta menyediakan bibit buah klengkeng," ujarnya.

Komentar Via Facebook :