Ribuan Tenaga Honorer Unjuk Rasa di Depan DPRD Garut 

Ribuan Tenaga Honorer Unjuk Rasa di Depan DPRD Garut 

Aksi unjuk rasa di Halaman Gedung DPRD Garut,

CYBER88 | GARUT -- Ribuan demontrasi tenaga honorer terdiri dari guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis atau para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) melakukan aksi unjuk rasa di Halaman Gedung DPRD Garut, Jalan Patriot No 2, Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa-Barat, Rabu(12/3/2025

Aksi yang dilakukan ribuan tenaga honorer tersebut menuntut kepastian Pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara(ASN) setelah adanya kebijakan yang dianggap merugikan mereka.

Demonstrasi ini tidak hanya menjadi aksi unjuk rasa, tetapi juga cerminan dari keresahan dan harapan mereka yang selama ini berjuang di lini pemerintahan tanpa mendapatkan kepastian mengenai status pekerjaan dan kesejahteraan yang layak.

Para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja(P3K) ini, yang telah mengabdikan diri di berbagai sektor pelayanan publik, kini menuntut pemenuhan hak-hak mereka. 

Mereka menuntut adanya kepastian hukum terkait status pekerjaan dan perbaikan kesejahteraan yang selama ini dirasakan belum sesuai dengan yang diharapkan. 

Aksi ini mendapat perhatian serius dari berbagai instansi dan pihak terkait, termasuk anggota DPRD Garut dari Komisi I, Sekretaris Pemerintahan Kabupaten Garut, Nurdin Yana, dan Kepala Dinas Pendidikan Ade Manadin yang turut hadir sebagai perwakilan pemerintah daerah.

Anggota Komisi I DPRD Garut, Iman Alirahman menyampaikan keprihatinannya dengan penuh emosi di hadapan para demonstran. Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Garut, Iman mengungkapkan bahwa Komisi I sejak awal sudah merencanakan untuk mendukung perjuangan para P3K ini, bahkan jika diperlukan, mereka siap untuk melangkah ke Jakarta untuk berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait di tingkat nasional.

" Kami akan tempuh sejauh manapun. Jika perlu, kami akan ke DPR RI dan instansi lain yang relevan. Sebelum 1 April, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperjuangkan hak-hak para P3K ini, " Ungkapnya.

Namun demikian, dalam sambutannya, Iman tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Sambil menahan air mata, ia menceritakan kisah seorang tenaga honorer yang telah mengabdi selama puluhan tahun, dan setelah dinyatakan lulus P3K, justru menghadapi kenyataan pahit dengan penundaan pelantikan hingga tahun 2024.

" Coba bayangkan, mereka sudah menunggu bertahun-tahun, namun masa depan mereka yang penuh harapan harus ditunda lagi. Hal itu sangat menyakitkan, " papar Iman Alirahman dengan tegas.
**( SUWITO ).

Komentar Via Facebook :