Tasyakuran Ulang Tahun ke-83 Abah Alam, Tokoh Budaya Sunda, Berlangsung Penuh Kehangatan di Cimahi
Abah Alam saat melakukan potong tumpeng bersama para cucu, Sabtu (26/4/2025)
CYBER88 | Cimahi – Kawargian Abah Alam menggelar acara tasyakuran merayakan ulang tahun ke-83 Ramandha Adhitya Alamsyah, yang akrab disapa Abah Alam, tokoh budaya Sunda yang menjadi panutan dalam melestarikan nilai-nilai luhur kesundaan.
Acara berlangsung meriah di Pusdikjasad Kota Cimahi, dihadiri ratusan tamu, anggota, serta tokoh masyarakat Sunda.
Suasana penuh kehangatan dan silaturahmi mewarnai perayaan yang syarat makna ini.
Abah Alam, yang dikenal atas dedikasinya memajukan budaya Sunda, menerima banyak ucapan selamat dan doa dari berbagai kalangan.
Dalam kesempatan tersebut, Pembina Paku Sunda Rian Suherman, menyampaikan penghormatan dan harapan.
"Wilujeng tepang taun ka-83, Abah Alam. Mugia panjang yuswa, sehat salalawasna, jeung tetep janten panutan pikeun urang sadaya dina ngajaga jeung ngamajukeun kabudayaan Sunda. Abah teh bagaikan penerang, anu salawasna ngajarkeun urang pentingna silih asih, silih asah, jeung silih asuh (Selamat ulang tahun ke-83, Abah Alam. Semoga panjang umur, sehat selalu, dan tetap jadi panutan bagi kita semua dalam menjaga dan memajukan kebudayaan Sunda. Abah itu bagaikan penerang, yang selalu mengajarkan kita pentingnya saling mengasihi, saling mengajarkan, dan saling menjaga)," ujar Rian di lokasi acara.
Rian menegaskan, bahwa semangat Abah Alam menjadi inspirasi bagi Paguyuban Paku Sunda untuk terus berkarya.
"Abah Alam mangrupikeun simbol kasundaan anu tetep relevan di jaman ayeuna. Kami bakal terus ngiringan jejakna pikeun ngajaga identitas Sunda anu pinuh ku ajén luhur (Abah Alam merupakan simbol kesundaan yang tetap relevan di zaman sekarang. Kami akan terus mengikuti jejaknya demi menjaga identitas Sunda yang penuh ajian yang tinggi)," tambahnya.
Acara tasyakuran diisi dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Bagimu Negeri, pemotongan tumpeng, serta penampilan seni tradisional Sunda, seperti pencak silat dan jaipongan sebagai wujud penghormatan terhadap budaya leluhur.
Para hadirin juga berbagi cerita tentang kontribusi Abah Alam dalam memperkuat solidaritas dan kebersamaan masyarakat Sunda.
Dalam sambutannya, Abah Alam menyampaikan rasa syukur atas usia yang diberikan Allah SWT.
"Kuring ngan ukur bisa nyuhunkeun doa ti sadayana, supados urang sadaya tetep tiasa ngajaga kabudayaan Sunda jeung ngahiji dina kasihatan jeung karukunan (Saya hanya sebatas memohon doa dari semuanya, agar kita tetap bisa menjaga kebudayaan Sunda dan bersatu dalam kesehatan dan kerukunan)," ujarnya dengan rendah hati.
Perayaan ini tidak hanya menjadi momen mengenang perjalanan hidup Abah Alam, tetapi juga mempertegas komitmen untuk menjaga amanah kasundaan agar tetap lestari.


Komentar Via Facebook :