Rapat Koordinasi Penanggulangan Banjir Digelar, Lurah Gerem Dorong Kolaborasi Pemerintah, Masyarakat dan Industri

Rapat Koordinasi Penanggulangan Banjir Digelar, Lurah Gerem Dorong Kolaborasi Pemerintah, Masyarakat dan Industri

Rapat Koordinasi Penanggulangan Banjir Kelurahan Gerem.19/5/2025.

CYBER88 | Cilegon – Pemerintah Kecamatan Gerogol bersama Kelurahan Gerem menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Banjir yang melibatkan masyarakat lingkungan serta perwakilan industri di wilayah tersebut. Rapat ini bertujuan untuk mencari solusi kolaboratif dan terintegrasi dalam menanggulangi banjir yang kerap melanda wilayah Kelurahan Gerem, terutama menjelang musim penghujan.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Camat Gerogol, Kamis, 19 Juni 2025. Lurah Gerem Rahmadi Ramidin menyampaikan bahwa terdapat tiga titik krusial penyebab banjir yang menjadi perhatian utama.

“Kita mengidentifikasi tiga titik utama. Salah satunya berada di area depan Komplek POM AL Lanal Banten hingga ke Gapura Link. Kalibaru RT 01 RW 02. Selama ini penanganan masih sangat bergantung pada swadaya masyarakat. Kami berharap kolaborasi dari seluruh pihak terkait, khususnya dari industri sekitar titik lokasi tersebut bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan jalur air yang lebih tertata. "Perlu adanya rekayasa jalur air, yakni saluran yang mengarah ke Kali Sumur Wuluh dekat Statomer, sehingga air dari POM AL dan Kalibaru tidak hanya mengandalkan keluaran yang selama ini melalui gorong-gorong yang berada di Jalan Nasional saja. Serta normalisasi saluran yang mengarah ke laut melalui depan PT. Unggul dan BMT, bilamana perlu dengan pemasangan U Ditch untuk mempermudah perawatan," tambahnya.

“Dan untuk titik ketiga berada di Gerem Raya RT 02 RW 04, kami mendorong pelebaran drainase dan gorong-gorong yang melintas di bawah jalur kereta api yang mengarah ke laut tersebut menjadi tanggung jawab bersama perusahaan yang ada di titik tersebut ,” jelasnya.

Sementara itu, Letnan Laut PM Muhammad Subarsa dari Denpomal Lanal Banten, turut menyampaikan keprihatinannya. Ia menyoroti buruknya jalur pembuangan air yang menyebabkan banjir cukup parah hingga merendam fasilitas militer.

“Air menggenangi kantor kami dengan kedalaman hampir satu meter. Kami sampai harus menyiapkan perahu karet untuk operasional. Ini sangat mengganggu aktivitas dan berpotensi menimbulkan penyakit seperti DBD. Saya imbau Pemerintah tegas terhadap perusahaan yang belum membuka atau memperlebar jalur air,” tegasnya.

Camat Gerogol, Jajat Sudrajat, dalam rapat menyampaikan harapan agar pertemuan ini bisa menghasilkan tindakan nyata.

“Harapannya, mudah-mudahan dengan adanya pertemuan ini ada solusi yang terbaik, supaya ke depan tidak terjadi banjir lagi di wilayah Kalibaru maupun Gerem Raya. Sejauh ini, beberapa perusahaan pada prinsipnya siap untuk membantu,” katanya.

Rapat ini menjadi langkah awal menuju penanganan banjir yang lebih terstruktur dan sinergi, melibatkan seluruh unsur masyarakat dan pelaku industri. Pemerintah berharap upaya ini tidak berhenti sebatas wacana, tetapi diwujudkan dalam aksi konkret di lapangan.

Hadir dalam rapat tersebut, Camat Gerogol, Sekretaris Kecamatan Gerogol, Lurah Gerem, POM AL Lanal Banten, RT dan RW Link. Kalibaru dan Gerem Raya serta H. Nasir selaku tokoh masyarakat Kelurahan Gerem serta industri sekitar lokasi seperti PT. Dover Chemical, PT. Statomer, PT. BTU, PT. Tridomain Chemical,     PT. Trinseo Materials Indonesia, PT. Unggul Indah Cahaya,
PT. BMT, PT. MCCI, PT. Pertamina Patra Niaga Terminal Tanjung Gerem, PT. LCI dan PT. LCTN.

Komentar Via Facebook :