Diklat PGRI cabang Cilegon 2025: Guru Ditempa Deep Learning & Koding, Wujudkan Pendidikan Menyenangkan Menuju “Cilegon Juare”
Kegiatan Diklat PGRI di SMPN 7 Cilegon
CYBER88 | CILEGON – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Kecamatan Cilegon menggelar Diklat bertajuk “Meningkatkan Potensi Guru Melalui Pembelajaran Deep Learning dan Coding Menuju Cilegon Juare” selama tiga hari di Aula SMPN 7 Kota Cilegon.
Acara resmi dibuka oleh Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Akmad Najid, dan diikuti antusias oleh para guru dan kepala sekolah dari berbagai sekolah di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Akmad Najid memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara swadaya oleh para guru, karena belum sempat masuk dalam anggaran Dinas Pendidikan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman PGRI, para kepala sekolah, dan guru-guru se-Kecamatan Cilegon yang telah melaksanakan Diklat Pembelajaran Mendalam (PM). Kegiatan ini sepenuhnya dibiayai oleh rekan-rekan sendiri. Meskipun begitu, semangat yang ditunjukkan sungguh luar biasa,” ujar Akmad.
Ia menjelaskan, seluruh fasilitator yang terlibat adalah tenaga terlatih yang telah mendapatkan sertifikasi dari pelatihan resmi di tingkat kementerian maupun balai. Mereka berasal dari unsur pengawas sekolah, penilai, hingga kepala sekolah, terutama di tingkat SMP.
Menurutnya, Pembelajaran Mendalam bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi memberi makna dan manfaat nyata bagi siswa. “Anak-anak belajar bukan sekadar tahu, tapi mampu mengimplementasikan di rumah dan lingkungannya. Yang terpenting, proses belajar harus menyenangkan. Anak-anak harus bahagia, gemar bersekolah, dan nyaman dengan gurunya. Kalau ini tercapai, insya Allah pembelajaran berjalan dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Hikmah Ningrum mengungkapkan bahwa selain materi deep learning, diklat kali ini juga menghadirkan pelajaran coding. Hal ini diharapkan dapat memperkaya kompetensi guru di era digital.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini sudah berjalan beberapa jam dan insya Allah lancar. Tujuannya supaya pembelajaran di sekolah lebih baik dari kemarin. Ada materi baru yaitu coding, dan peserta kami bagi dua hari karena keterbatasan tempat. Kami ingin anak-anak belajar dengan perasaan happy, karena kalau tidak happy, mereka bisa ngantuk,” jelas Hikmah.
Ia menambahkan, guru perlu menciptakan pembelajaran yang menarik agar siswa merasa rindu pada sekolah dan gurunya. “Dengan metode yang kreatif, anak-anak akan senang, kangen gurunya, kangen pembelajarannya, dan rajin hadir. Pesan saya, pembelajaran ke depan harus lebih baik, gunakan pendekatan yang tepat agar kemampuan siswa meningkat dan guru pun sukses,” tuturnya.
Diklat ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kecamatan Cilegon. Dengan bekal keterampilan deep learning dan coding, para guru diyakini mampu menciptakan proses belajar yang kreatif, inovatif, dan berorientasi pada kebahagiaan siswa, sejalan dengan visi “Cilegon Juare” yang diusung pemerintah daerah.


Komentar Via Facebook :