SMP Negeri 8 Cilegon Gelar Pengimbasan Pembelajaran Mendalam dan KKA

SMP Negeri 8 Cilegon Gelar Pengimbasan Pembelajaran Mendalam dan KKA

CYBER88 | CILEGON – SMP Negeri 8 Cilegon menggelar kegiatan In House Training (IHT) Pengimbasan Pembelajaran Mendalam dan KKA dengan tema “Pemahaman Taksonomi Untuk Menyusun Tujuan Pembelajaran Mendalam”, yang berlangsung pada Kamis (21/8/2025) di Laboratorium IPA SMPN 8 Cilegon.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama dari Balai Guru Penggerak dan Tenaga Kependidikan (BGTK), Ali Winata, S.Pd, SF, M.Pd, serta Kepala SMPN 8 Cilegon Yosie K. Pandriyani, S.Pd., M.Pd., M.M. Turut hadir pula narasumber internal sekolah yang telah mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam, yakni Soesilowati, S.Pd, Karini, S.Pd, Tri Heni S., S.Pd, dan Yopan A. A. Siwi, S.T.

Dalam pemaparannya, Ali Winata menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam sangat penting agar siswa memiliki makna dalam setiap pelajaran yang diterimanya. Ia menekankan penggunaan taksonomi pembelajaran mulai dari tahap mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta. “Jangan sampai langkah-langkah berantakan, misalnya anak-anak diminta menganalisis padahal mereka belum memahami apa yang harus dianalisis,” ungkapnya.

Kepala SMPN 8 Cilegon, Yosie K. Pandriyani, menuturkan bahwa kegiatan pengimbasan ini diikuti seluruh guru. “Harapannya, setelah kegiatan ini para guru dapat menerapkan delapan profil lulusan dengan tiga dimensi pembelajaran, tiga pengalaman pembelajaran, dan empat kerangka berpikir, yang akan diintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu narasumber, Soesilowati, S.Pd, membagikan pengalamannya usai mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam (BED 1). Menurutnya, penting bagi pendidik untuk mengubah pola pikir siswa dari fixed mindset (pola pikir tetap) menjadi growth mindset (pola pikir bertumbuh). “Sebagai pendidik, kita harus membuat siswa optimis dan yakin bisa. Intinya, pembelajaran harus memuliakan anak agar sadar dan bahagia dalam belajar,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan konsep 8334 yang mencakup delapan dimensi profil lulusan, pengalaman belajar, prinsip pembelajaran, dan kerangka berpikir. Meski begitu, ia mengakui masih terdapat kendala sarana prasarana, terutama dalam mendukung pembelajaran digital seperti coding dan kecerdasan buatan.

Namun, dukungan dari orang tua siswa sangat diapresiasi. Dalam rapat wali murid, para orang tua sepakat memfasilitasi anak-anak mereka dengan gawai dan kuota internet, mengingat keterbatasan WiFi sekolah yang belum mampu menampung 21 rombongan belajar dengan rata-rata 30 siswa per kelas.

Dengan adanya kegiatan ini, SMPN 8 Cilegon berharap seluruh guru dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna, sehingga siswa datang ke sekolah bukan hanya dengan kegembiraan bermain, tetapi juga dengan semangat memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat setiap hari.

Komentar Via Facebook :