Bupati Klaten Hadiri Sarasehan dan Doa Bersama Tokoh Lintas Agama di Kecamatan Wonosari

Bupati Klaten Hadiri Sarasehan dan Doa Bersama Tokoh Lintas Agama di Kecamatan Wonosari

CYBER88 | KLATEN – Dalam rangka memperkuat kerukunan antarumat beragama dan menjaga stabilitas sosial di masyarakat, Pemerintah Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten menyelenggarakan kegiatan Sarasehan dan Doa Bersama Tokoh Lintas Agama, bertempat di Gedung Pertemuan Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, pada Kamis (23/10/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto, jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, tokoh lintas agama yang tergabung dalam PKUB Kecamatan dan Desa, tokoh masyarakat, perwakilan OPD Pemkab Klaten, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam laporannya, Wakil Ketua FKUB Kabupaten Klaten, H. Basuno, menyampaikan bahwa kegiatan sarasehan dan doa lintas agama ini memiliki makna strategis di tengah dinamika sosial yang diwarnai perbedaan pandangan di masyarakat.

“Moderasi beragama menjadi kunci penting dalam memperkuat persatuan bangsa serta mencegah munculnya potensi konflik horizontal,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten Klaten adalah rumah besar bagi masyarakat yang majemuk, sehingga nilai toleransi, saling menghargai, dan semangat kebersamaan harus terus dijaga.

“Mari jadikan keberagaman sebagai kekuatan. Klaten harus menjadi contoh daerah yang mampu merawat perbedaan demi mewujudkan suasana aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada FKUB dan seluruh tokoh lintas agama atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sarasehan dan doa bersama lintas agama ini menjadi wadah penting dalam memperkuat komunikasi antarumat beragama.

“Forum seperti ini sangat diperlukan sebagai ruang dialog dan silaturahmi antar tokoh agama dalam menjaga keharmonisan di masyarakat,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa moderasi beragama harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata, bukan sekadar pemahaman.

“Nasionalisme yang berwawasan kebhinekaan adalah fondasi kita. Perbedaan agama, suku, dan budaya justru memperkaya semangat kebersamaan kita sebagai bangsa yang toleran,” tegasnya.

Kegiatan sarasehan dan doa lintas agama ini menjadi ajang dialog terbuka dan tukar pikiran antara pemerintah, FKUB, PKUB Kecamatan dan Desa, serta masyarakat luas. Pemerintah Kabupaten Klaten berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan serupa di berbagai wilayah guna memperkokoh stabilitas sosial dan mempererat hubungan antar umat beragama.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Klaten berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap upaya menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika sosial yang terjadi di masyarakat, sekaligus menegaskan peran Klaten sebagai kabupaten toleransi yang berorientasi pada kedamaian dan pembangunan berkelanjutan,” pungkas Bupati Hamenang.

(Agus STP.)

 

Komentar Via Facebook :