SMPN 3 Cilegon Gencarkan Edukasi Pilah Sampah, Dukung Aksi Bersih-Bersih KLHK di Cilegon Bersama Bank Sampah  Menderma.

SMPN 3 Cilegon Gencarkan Edukasi Pilah Sampah, Dukung Aksi Bersih-Bersih KLHK di Cilegon Bersama Bank Sampah  Menderma.

CYBER88 | Cilegon — Upaya pengurangan sampah terus digencarkan di wilayah Kota Cilegon. Dalam rangkaian aksi bersih-bersih yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Provinsi DKJ, Banten, dan Jawa Barat, SMP Negeri 3 Cilegon menjadi salah satu sekolah yang aktif menunjukkan komitmennya dalam pemilahan serta pengelolaan sampah.

Kepala Pusar Pedar KLHK, Ibu Sinta Saptarina, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap langkah sekolah dalam mengelola sampah sejak dini.

“Syukur Alhamdulillah, senang sekali melihat di beberapa sekolah di Cilegon sudah melakukan pilah sampah dan pengelolaan sampah dengan baik. Daripada terbuang menjadi pencemar, ini bisa menjadi uang. Yang paling penting anak-anak belajar disiplin hingga akhirnya menular ke keluarga di rumah,” ujarnya.

Beliau berharap gerakan pelestarian lingkungan ini terus menguat dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

Kepala SMPN 3 Cilegon, Hj. Najiah Tamaen, menjelaskan bahwa kegiatan pemilahan sampah ini bekerja sama dengan Bank Sampamander, Bank Sampah Menderma, BNI, Dinas Lingkungan Hidup, serta Chandra Asri. Selain bernilai ekonomi, kegiatan ini mengajarkan peserta didik untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Ternyata sodakoh itu bukan hanya materi. Sampah pun bisa jadi sodakoh. Anak-anak belajar bahwa sampah punya nilai dan manfaat jika dikelola dengan baik,” jelasnya

Direktur Bank Sampah Menderma, Yusmawati,M.Pd., menyambut baik antusias siswa dalam mengumpulkan dan memilah sampah. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan budaya pengelolaan sampah.

“Kami ingin anak-anak tahu bahwa sampah tidak selamanya menjadi masalah. Jika tertib dalam memilah, sampah bisa menjadi nilai tambah dan membantu ekonomi mereka. Ini bagian dari pembelajaran karakter dan kemandirian,” ungkap Yusmawati.

Ia juga menekankan bahwa pemberdayaan sejak dini akan menciptakan generasi yang mampu menyelesaikan persoalan lingkungan secara mandiri.

“Kami berharap kebiasaan baik ini terbawa hingga ke rumah. Keluarga ikut terlibat, dan dampaknya akan semakin luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Wakasek Humas SMPN 3 Cilegon, Ahmad Komarudzaman, menyebutkan bahwa program ini sejalan dengan konsep 3R. Selain itu, program juga membuka peluang ekonomi masa depan.

“Bukan berarti anak-anak menjadi pemungut sampah. Justru harapannya kelak bisa menjadi entrepreneur dari sampah. Banyak contoh sukses dari sektor pengelolaan sampah,” tutupnya.

Melalui kolaborasi antara sekolah, pemerintah, industri, dan bank sampah, SMPN 3 Cilegon terus memperkuat perannya sebagai sekolah berwawasan lingkungan. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya untuk menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Komentar Via Facebook :