Infrastruktur Baru Jadi Kado Penutup TMMD 2025 di Kaligayam: Akses Warga Klaten–Gunung Kidul Kini Terbuka Lebar

Infrastruktur Baru Jadi Kado Penutup TMMD 2025 di Kaligayam: Akses Warga Klaten–Gunung Kidul Kini Terbuka Lebar

CYBER88 | KLATEN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Klaten resmi ditutup pada Kamis, 6 November 2025. Penutupan berlangsung meriah di Lapangan Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi, dengan peresmian infrastruktur jalan baru yang kini menghubungkan Desa Kaligayam, Klaten, dengan wilayah Gedang Sari, Gunung Kidul.

Program TMMD yang digelar Kodim 0723/Klaten ini menghasilkan pembangunan jalan baru sepanjang 495 meter, menggantikan jalur setapak yang sebelumnya sulit dilalui. Selain itu, dibangun pula talud jalan sepanjang 100 meter di bagian depan dan 75 meter di bagian belakang untuk memperkuat struktur jalan. Kehadiran infrastruktur ini menjadi kado berharga bagi masyarakat perbatasan yang selama ini menghadapi kendala akses.

Acara penutupan dipimpin langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., bersama jajaran Forkopimda, termasuk Dandim 0723/Klaten Letkol Inf. Slamet Hardianto dan Kapolres Klaten. Setelah upacara, dilakukan prosesi peresmian jalan di lokasi pembangunan, dilanjutkan dengan ramah tamah di Taman Cipto Roso Desa Kaligayam.

Dalam sambutannya, Bupati Hamenang menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan simbol nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Jalan ini harus dijaga sebaik-baiknya karena akan menjadi urat nadi perekonomian, memangkas biaya transportasi, serta mempererat silaturahmi antar-desa dan antar-kabupaten,” ujarnya. Dandim 0723/Klaten menambahkan, TMMD adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pinggiran.

Kepala Desa Kaligayam, Joko Sutrisno, menyampaikan bahwa TMMD tidak hanya membangun fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong warga. Dengan adanya jalan baru ini, akses warga membawa hasil pertanian menjadi lebih mudah dan waktu tempuh ke wilayah Gunung Kidul semakin singkat. Pembangunan ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga di dua kabupaten.(Agus STP)

 

Komentar Via Facebook :