Dorong Transparansi Dana BOS, Sekolah di Dlanggu Klaten Dapat Pembinaan Pengadaan Barang dan Jasa

Dorong Transparansi Dana BOS, Sekolah di Dlanggu Klaten Dapat Pembinaan Pengadaan Barang dan Jasa

CYBER88 | Klaten — Para pemangku kepentingan pendidikan di wilayah Dlanggu, Kabupaten Klaten, mengikuti pembinaan terkait akuntabilitas dan transparansi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kegiatan berlangsung pada Rabu 5 November 2025, di Aula Desa Karang, dengan fokus pada tata kelola pengadaan barang dan jasa di satuan pendidikan.

Acara bertajuk “Sosialisasi dan Pembinaan Pengadaan Barang dan Jasa di Satuan Pendidikan” ini bertujuan memastikan pengelolaan Dana BOS berjalan sesuai regulasi, tepat sasaran, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan. Peserta mendapatkan pemahaman tentang prosedur pengadaan, batasan nilai transaksi, pemilihan penyedia, serta pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan.

Narasumber utama, Gunawan, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Dlanggu, dan Topik, Kepala Bidang (Kabid) PPK Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, memberikan pembinaan kepada kepala sekolah, bendahara, dan komite sekolah dari seluruh satuan pendidikan di wilayah Dlanggu.

Dalam sambutannya, Gunawan menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam pengelolaan dana publik.

"Pemerintah menggelontorkan anggaran besar demi kemajuan pendidikan. Maka, sudah menjadi kewajiban kita di tingkat Korwil dan sekolah untuk memastikan penggunaan dana tersebut benar-benar sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi siswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketepatan sasaran tidak hanya berarti membeli barang yang dibutuhkan, tetapi juga mematuhi prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap tahap pengadaan.

Topik menekankan peran kepala sekolah sebagai Pengguna Anggaran sekaligus Penanggung Jawab Mutlak atas setiap kegiatan pengadaan.

“Kepala sekolah harus memahami batas kewenangan pembelian langsung serta mekanisme pengadaan yang lebih kompleks. Semua tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan, wajib terdokumentasi dengan baik karena kesalahan administratif sekecil apa pun bisa berdampak pada hasil audit,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) untuk meningkatkan transparansi dan kemudahan pelaporan, serta mendorong sekolah memprioritaskan pembelian dari Usaha Mikro dan Kecil (UMK) lokal guna mendukung perekonomian daerah.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Melalui pembinaan ini, sekolah-sekolah di Dlanggu diharapkan mampu mengelola Dana BOS secara transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan. (Agus STP)

 

Komentar Via Facebook :