Nyawiji Ing Roso: Sinergi Seni Jathilan dan Penggerak Ekonomi UMKM di Kedungampel
CYBER88| Klaten, — Semangat nguri-uri kabudayan Jawi kembali menyala di Dukuh Sewan, Desa Kedungampel, Kecamatan Cawas. Melalui pementasan Jathilan KUDHO WASESO, masyarakat menyaksikan bagaimana seni tradisional tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang dialog kebijakan publik serta katalisator penguatan ekonomi lokal.
Pementasan Jathilan oleh Paguyuban KUDHO WASESO menjadi pusat acara. Dipimpin oleh Mas Haryadi, paguyuban ini memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan aspirasi mengenai kebutuhan sarana pendukung seni jathilan kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bapak Bayu Kusumo. Acara ini sekaligus menjadi media pemberdayaan ekonomi, dengan keterlibatan aktif pelaku UMKM setempat yang meramaikan kegiatan.
Kepala Desa Kedungampel, Bapak Karmo, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen desa dalam merawat warisan budaya Jawa. Menurutnya, melestarikan seni tradisional harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bapak Bayu Kusumo, yang hadir untuk kedua kalinya dalam acara serupa di Kedungampel, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya paguyuban. Beliau menegaskan bahwa kunjungannya merupakan wujud dukungan program kerja kedewanan dalam melestarikan budaya Jawa. Mengusung filosofi “Nyawiji ing Roso Urip Isoh Ngremboko,” ia menekankan pentingnya kebersamaan demi kemajuan bersama. Bayu juga memuji dampak kegiatan ini yang dinilainya “sangat luar biasa” karena mampu menghadirkan seni budaya sekaligus menggerakkan roda ekonomi UMKM.
Pementasan Jathilan KUDHO WASESO yang sarat nilai tradisi ini menjadi magnet bagi warga Kedungampel dan sekitarnya. Keramaian yang tercipta memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang, memperkuat ekosistem ekonomi lokal, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sinergi antara seniman, pemerintah desa, dan wakil rakyat dalam acara ini memperlihatkan bagaimana seni tradisional dapat menjadi jembatan pembangunan. Permohonan sarana dari Paguyuban KUDHO WASESO menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pementasan sekaligus memperluas jangkauan mereka ke depan.
“Bersama-sama kita bisa membangun Kabupaten Klaten untuk Desa Kedungampel,” tutup Bapak Bayu Kusumo, menandai harapan bahwa kegiatan budaya produktif seperti ini akan terus berlanjut dan membawa kemajuan bagi seluruh warga.
(Agus STP)


Komentar Via Facebook :