Menu Program MBG di Kecamatan Simpang Pematang Mesuji Dinilai Tak memenuhi Standar, Ini Paktanya
CYBER88 | Mesuji, -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah sejak awal 2025 melalui Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi hadir dengan tujuan memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup. Namun, fakta di lapangan justru mencemaskan.
Di Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji Lampung menu yang di bagikan di nilai jauh dari standar. Hal tersebut tentu saja menuai kritik di kalangan masyarakat.
Berdasarkan pantauan tim media cyber88.co.id, paket MBG yang di bagikan dapur MBG Simpang Pematang kepada siswa sekolah dasar hanya berisi dua telor, roti dan jeruk satu biji paket itu di kemas sederhana tanpa minuman bergizi seperti susu.
Banyak sejumlah orang tua siswa menilai isi paket tersebut tidak mencerminkan program "Bergizi Gratis" sebagaimana nama dan tujuan yang digagas pemerintah pusat.
Wali murid yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa anak -anak di sekolah tentu membutuhkan makanan yang mampu menunjang kebutuhan energi dan konsentrasi belajar.
Namun, untuk pembagian MBG di hari Sabtu yang dibagikan di hari ini "kalau hanya telor, roti dan jeruk gizinya tidak cukup. Maka, kami berharap pemerintah Daerah bisa turun dan melihat langsung" Ucap Wali murid tersebut.
Para pemerhati pendidikan dan Gizi harus bisa menyoroti tujuan program MBG yang semestinya mengandung unsur karbohidrat, protein hewani, sayur, buah dan minuman sehat segar efektif meningkatkan status gizi siswa.
Menurutnya, ketidaktepatan komposisi menu berpotensi menurunkan kualitas program dan citra kebijakan nasional yang seharusnya menjadi solusi nyata bagi masalah gizi anak Indonesia. Penerima manfaat Progam MBG harus mendapatkan informasi jelas mengenai menu makanan, kandungan gizi, hingga dapur penyedia makanan.
Terkait hal ini sebagai penyelenggara program, pemerintah tidak bisa lepas tangan. Dapur yang menyediakan makanan untuk Program MBG sebagai mitra kerja adalah perpanjangan tangan pemerintah, sehingga keduanya harus dimintai pertanggungjawaban,"Tukasnya.
Hingga berita ini ditulis dan di terbitkan, pihak dapur MBG Simpang Pematang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga, Publik berharap ada evaluasi dari instansi terkait agar distribusi dan menu MBG di lapangan benar-benar sesuai dengan semangat program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat generasi sehat dan cerdas di seluruh Indonesia. (E/I).


Komentar Via Facebook :