Camat Cilegon Monitoring Program MBG di SMP Negeri 7 Cilegon : 993 Siswa Telah Terima Bantuan

Camat Cilegon Monitoring Program MBG di SMP Negeri 7 Cilegon : 993 Siswa Telah Terima Bantuan

CYBER88 | Cilegon — Pelaksanaan monitoring Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dilakukan, kali ini di SMP Negeri 7 Cilegon. Kegiatan monitoring tersebut dihadiri oleh unsur sekolah, yaitu Pak Ikin selaku PIC sekolah dan Lurah Bendungan, serta mendapat pendampingan dari pihak Kecamatan Cilegon.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan baik, tertib, dan tepat sasaran. Berdasarkan hasil pemantauan, seluruh siswa SMPN 7 Cilegon telah menerima bantuan MBG sejak lebih dari satu bulan lalu, dengan total distribusi mencapai 993 box, sesuai dengan jumlah keseluruhan siswa.

“Alhamdulillah semua siswa kebagian,” ujar Pak Ikin, menegaskan bahwa proses distribusi berjalan lancar tanpa kendala.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang digulirkan dari tingkat pusat hingga daerah, dengan dukungan dari Presiden, Wali Kota, serta berbagai pemangku kepentingan seperti pihak sekolah dan pelaku usaha. Tujuan utama program ini adalah memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang baik, makanan yang higienis, serta peralatan makan yang layak dan bersih.

Pihak sekolah juga menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan, kebersihan dapur, serta proses pencucian peralatan makan agar program tetap berjalan optimal tanpa menimbulkan beban tambahan bagi sekolah.

Menurut penjelasan Pak Ikin, pembagian makanan dilakukan pada waktu istirahat pertama, dengan pendampingan dari wali kelas masing-masing. Pendampingan ini dilakukan agar siswa benar-benar mengonsumsi makanan dengan tertib dan nyaman.

Selain itu, setiap pengiriman makanan disertai proses sampling dan pengecekan kualitas, mencakup aroma, warna, serta kesegaran makanan. Semua hasil pengecekan tersebut dicatat dalam berita acara harian sebagai bentuk pengawasan mutu.

Menu MBG di SMPN 7 Cilegon dibuat bervariasi, mulai dari ayam, telur, chicken katsu, nugget, hingga jagung dan susu. Khusus hari Jumat, siswa menerima dua menu, yakni menu basah berupa nasi dan lauk, serta menu kering berupa roti, susu, buah, dan camilan—sebagai pengganti jatah hari Sabtu karena sekolah libur.

Camat Cilegon, Maman Herman yang turut hadir dalam kegiatan monitoring tersebut, mengapresiasi pelaksanaan program MBG di SMP Negeri 7 Cilegon.

“Kami sangat mengapresiasi upaya pihak sekolah yang telah melaksanakan program ini dengan baik. MBG bukan hanya soal makan gratis, tetapi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Kami berharap seluruh sekolah di wilayah Cilegon dapat menjaga kualitas dan ketertiban pelaksanaannya seperti di SMP 7 ini,” ujar Camat Cilegon, Maman Herman.

Pihak sekolah menyampaikan bahwa variasi menu membuat sebagian siswa memiliki preferensi masing-masing. Ada yang kurang menyukai telur atau ayam karena alasan selera maupun alergi. Namun demikian, sebagian besar siswa menghabiskan makanan yang diberikan.

Jika ada makanan yang tidak habis, siswa tidak diwajibkan mengembalikan kotak dalam keadaan bersih. Meski begitu, kasus makanan tidak dimakan sangat jarang terjadi, karena kualitas makanan dinilai baik dan sesuai dengan selera anak-anak.

Program MBG diharapkan dapat terus berjalan lancar, higienis, dan bermanfaat, sehingga mampu meningkatkan gizi, kesehatan, dan semangat belajar peserta didik di Kota Cilegon.


 

Komentar Via Facebook :