Truk dan Mobil Pribadi Dominasi Arus Bali–Jawa Jelang Tahun Baru

Truk dan Mobil Pribadi Dominasi Arus Bali–Jawa Jelang Tahun Baru

CYBER88 | Banyuwangi — Arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa terpantau meningkat menjelang pergantian tahun 2025. Pada Selasa (30/12) atau H+5 periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), kendaraan roda empat dan truk logistik mendominasi pergerakan di lintasan Pelabuhan Gilimanuk–Ketapang.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan signifikan pada volume kendaraan, seiring masih aktifnya mobilitas masyarakat untuk arus balik liburan serta distribusi logistik akhir tahun. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebut kebijakan Work From Anywhere (WFA) turut memengaruhi pola perjalanan yang lebih fleksibel dan tidak terpusat pada waktu tertentu.

“Fleksibilitas perjalanan ini berdampak pada meningkatnya mobilitas, baik kendaraan pribadi, roda dua, maupun logistik. Kami memastikan seluruh layanan penyeberangan tetap berjalan optimal,” ujar Heru dalam keterangannya, Rabu (31/12).

Berdasarkan data Posko Pelabuhan Gilimanuk, jumlah penumpang pada H+5 Nataru tercatat sebanyak 27.826 orang atau meningkat 6,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan mencapai 8.350 unit, tumbuh 18,3 persen.

Kenaikan tertinggi terjadi pada truk logistik yang mencapai 1.821 unit atau melonjak 34,6 persen. Sementara itu, kendaraan roda dua tercatat sebanyak 3.798 unit atau meningkat 24,6 persen. Data tersebut menunjukkan arus balik yang solid sekaligus terjaganya distribusi logistik menuju Pulau Jawa.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 55 kapal dan 17 dermaga guna mengantisipasi lonjakan trafik selama periode libur Nataru. ASDP juga memperkuat personel operasional dengan menurunkan sekitar 350 petugas di Pelabuhan Ketapang dan 250 petugas di Pelabuhan Gilimanuk.

Selain itu, ASDP menerapkan sistem penundaan (delaying system) dan menyiapkan buffer zone di sejumlah titik untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.

Terkait fasilitas pelabuhan, Windy menegaskan dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang saat ini tidak dioperasikan secara aktif, namun disiagakan sebagai dermaga perbantuan apabila diperlukan untuk mendukung percepatan layanan bongkar muat.

“Dermaga ponton bersifat standby dan akan digunakan secara situasional sesuai kebutuhan di lapangan,” jelas Windy.

ASDP juga terus berkoordinasi dengan BMKG, KSOP, dan BPTD untuk memastikan keselamatan pelayaran, khususnya di tengah potensi perubahan cuaca.

Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+5 Nataru, jumlah penumpang dari Bali ke Jawa tercatat sebanyak 374.347 orang, turun 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, total kendaraan meningkat 2,3 persen menjadi 106.476 unit. Sementara arus dari Jawa ke Bali mencapai 381.165 penumpang atau turun 4,9 persen, dengan total kendaraan naik 1,1 persen menjadi 101.562 unit.

ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konektivitas antarpulau dan memastikan mobilitas masyarakat serta distribusi logistik tetap berjalan aman dan lancar hingga berakhirnya periode libur Nataru.

 

Komentar Via Facebook :