Lurah Bagendung: Lahan Bekas Galian Kini Disulap Jadi Area Produktif dan Hijau
CYBER88 | Cilegon – Gerakan penanaman sejuta pohon yang dicanangkan Pemerintah Kota Cilegon tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga membawa harapan baru bagi wilayah-wilayah yang selama ini rentan terdampak bencana. Salah satunya dirasakan langsung oleh warga Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon.Kamis 15/1/3026
Lurah Bagendung, Eha Nursoleha, mengungkapkan bahwa lokasi penanaman pohon yang dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Cilegon berada di RT 08 RW 04, wilayah yang sebelumnya merupakan lahan bekas galian.
“Tempat itu memang dulu bekas galian. Sekarang sudah dikelola oleh pemilik, dan alhamdulillah juga dibantu melalui CSR dari Indonesia Power,” ujar Eha.
Menurutnya, lahan yang sebelumnya kosong dan rawan kini mulai disulap menjadi area yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya ditanami pohon, tetapi juga dimanfaatkan untuk kegiatan produktif seperti penanaman jagung, kangkung, hingga dibuat kolam lele.
“Maksud dan tujuan dari Indonesia Power itu agar tanah bekas galian ini tidak dibiarkan kosong. Jadi ada manfaatnya untuk masyarakat, tidak hanya sekadar ditanami, tapi juga bisa menghasilkan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah pejabat penting, di antaranya Wali Kota Cilegon, Kapolres, Dandim, kepala OPD, camat, serta para lurah. Khusus di wilayah Bagendung, sebanyak kurang lebih 100 pohon ditanam.
Eha berharap, gerakan penghijauan ini tidak berhenti sampai di situ. Pasalnya, masih banyak lahan bekas galian di wilayah Bagendung yang berpotensi ditata dan dihijaukan.
“Harapannya mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi. Karena di Bagendung masih ada lahan-lahan bekas galian. Kalau ditanami, itu bisa menjaga dan mencegah kemungkinan banjir. Itu harapan kami,” tuturnya.
Ia menilai, program ini sangat sejalan dengan kebutuhan wilayahnya, yang membutuhkan penataan lingkungan sekaligus upaya pencegahan bencana. Dengan kolaborasi pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat, lahan-lahan kritis di Bagendung diharapkan dapat berubah menjadi ruang hijau produktif yang memberi manfaat jangka panjang bagi warga.


Komentar Via Facebook :