Remaja 16 Tahun Tewas Tenggelam di Kali Terate, Tim SAR Bergerak Cepat Evakuasi Korban
CYBER88 | CILEGON — Tragedi memilukan terjadi di Kali Terate, Kelurahan Terate, Kecamatan Bojonegara, Kota Cilegon, Banten, Kamis (15/01). Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun, Panji Aris, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran sungai tersebut.
Korban diketahui merupakan warga Sumampir Timur RT 006/004, Kelurahan Kebon Dalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon. Kabar tenggelamnya Panji membuat warga sekitar geger dan segera melaporkan kejadian itu ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten.
Menerima laporan kondisi membahayakan manusia, Basarnas Banten langsung bergerak cepat. Tim rescue diberangkatkan pada pukul 12.55 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.11 WIB. Kali Terate sendiri berada di akses jalan desa yang dikelilingi kawasan pabrik, sehingga proses evakuasi membutuhkan kesiapan peralatan dan koordinasi yang matang.
Setibanya di lokasi, tim SAR langsung melakukan persiapan evakuasi. Harapan warga yang memadati sekitar sungai sempat menggantung, menunggu kabar baik dari upaya pencarian. Namun, sekitar pukul 13.30 WIB, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Jenazah Panji kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Panggung Rawi untuk penanganan lebih lanjut, sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga yang diliputi duka mendalam.
Usai proses evakuasi, tim SAR melaksanakan debriefing pada pukul 13.40 WIB. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Dalam operasi tersebut, berbagai unsur terlibat, mulai dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Banten, Polres Kota Cilegon, BPBD Kota Cilegon, hingga masyarakat setempat yang turut membantu.
Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai. Arus yang tampak tenang bisa menyimpan bahaya mematikan, terutama bagi anak-anak dan remaja. Tragedi ini diharapkan menjadi pengingat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.


Komentar Via Facebook :