Musrenbang Kelurahan Grogol TA 2026 Digelar, Fokus Prioritas Pembangunan di Tengah Efisiensi Anggaran

Musrenbang Kelurahan Grogol TA 2026 Digelar, Fokus Prioritas Pembangunan di Tengah Efisiensi Anggaran

CYBER88 | Cilegon – Pemerintah Kelurahan Grogol, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Grogol, Senin (25/1/2026).

Musrenbang Kelurahan Grogol dihadiri oleh Camat Gerogol Jajat Sudrajat, Lurah Grogol Firman Yudha Nugroho, perwakilan Bappeda Kota Cilegon, Litbang Kota Cilegon, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kasi Ekbang Kecamatan Gerogol, Program Kotaku, Babinkamtibmas, Babinsa, Ketua LPM, Ketua Karang Taruna, para Ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga kemasyarakatan kelurahan.

Dalam sambutannya, Lurah Grogol Firman Yudha Nugroho menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Musrenbang sebagai forum strategis untuk menampung aspirasi masyarakat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta atas keterbatasan pelaksanaan kegiatan akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada transfer ke daerah.

“Meskipun dilaksanakan dengan keterbatasan, hal ini tidak mengurangi esensi Musrenbang sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan,” ujar Firman.

Firman menegaskan bahwa seluruh usulan yang dibahas merupakan hasil penjaringan aspirasi dari tingkat RT dan RW, yang telah diprioritaskan berdasarkan kebutuhan dan urgensi masyarakat Kelurahan Grogol.

Sementara itu, Camat Gerogol Jajat Sudrajat secara resmi membuka Musrenbang Kelurahan Grogol Tahun Anggaran 2026. Ia menekankan bahwa Musrenbang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dari proses perencanaan pembangunan yang adil, merata, dan berkelanjutan.

“Usulan yang disampaikan harus benar-benar prioritas, berorientasi pada kepentingan umum, serta selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kota Cilegon,” kata Jajat.

Ia menyebutkan bahwa fokus pembangunan Kota Cilegon saat ini meliputi perbaikan infrastruktur jalan, penerangan jalan umum (PJU), penanggulangan banjir, penanganan rumah tidak layak huni (Rutilahu), serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Jajat juga mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran membuat tidak semua usulan dapat direalisasikan sekaligus. Namun, dengan pengawalan bersama antara pemerintah kelurahan, RT, RW, dan tokoh masyarakat, diharapkan usulan-usulan tersebut dapat terealisasi secara bertahap.

Di tempat yang sama, Kasi Pembangunan Kelurahan Grogol, Deni Eka W, menjelaskan bahwa usulan pembangunan yang diajukan pada Musrenbang kali ini merupakan penetapan dari hasil Musyawarah Lingkungan (Musling) tahun sebelumnya.

“Usulan yang diprioritaskan difokuskan pada tiga hal utama, yaitu infrastruktur jalan, RTP, dan TPT. Meskipun banyak usulan yang masuk, kami mengerucutkan pada prioritas tersebut sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Deni menambahkan, pihak kelurahan juga tetap mengakomodir usulan lainnya, termasuk permintaan ruang belajar di SD Negeri 2 Grogol yang sebelumnya telah diajukan dan masuk dalam perencanaan Bappeda. Namun, realisasinya masih terkendala persoalan lahan dan menjadi kewenangan Dinas Pendidikan.

“Kami terus mendorong pihak sekolah untuk berkomunikasi aktif dengan Dinas Pendidikan, karena usulan tersebut sudah masuk dan tinggal menunggu proses lanjutan,” tambahnya.

Musrenbang Kelurahan Grogol Tahun Anggaran 2026 diharapkan mampu menghasilkan rumusan prioritas pembangunan yang tepat sasaran demi terwujudnya Kelurahan Grogol yang lebih maju, tertata, dan sejahtera.


.

Komentar Via Facebook :