Penanganan Banjir Jadi Prioritas Utama Musrenbang Kelurahan Kota Sari

Penanganan Banjir Jadi Prioritas Utama Musrenbang Kelurahan Kota Sari

CYBER88 | CILEGON – Penanganan banjir ditegaskan menjadi prioritas utama dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Kota Sari, Kecamatan Grogol. Seluruh usulan pembangunan diarahkan agar sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Wali Kota Robinsar.

Selain banjir, Musrenbang Kelurahan Kota Sari juga memfokuskan pembahasan pada pengelolaan sampah, penerangan jalan lingkungan (PJL Caang), perbaikan jalan, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) yang dinilai masih menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

Lurah Kota Sari, Aliyah, menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan telah disampaikan secara jelas sejak tahapan pra-musrenbang di tingkat RT dan RW, sehingga masyarakat memahami skala prioritas yang ditetapkan pemerintah daerah.

“Sejak awal kami sudah menyampaikan bahwa Musrenbang harus mengikuti arah kebijakan Pemkot Cilegon, dengan fokus utama pada penanganan banjir, sampah, PJL Caang, dan perbaikan jalan,” tegas Aliyah.

Sementara itu, Camat Grogol, Jajat Sudrajat, menekankan bahwa seluruh kelurahan di Kecamatan Grogol wajib mengacu pada arahan Wali Kota Cilegon, Robinsar, dengan penanganan banjir sebagai isu paling krusial.

“Sesuai arahan Pak Wali Kota Robinsar, penanganan banjir menjadi prioritas utama yang harus didorong dalam Musrenbang Kelurahan,” ujar Jajat.

Ia menyebutkan, rangkaian Musrenbang Kelurahan di Kecamatan Grogol telah berjalan sejak awal pekan dan hampir rampung.

“Musrenbang dimulai hari Senin di Kelurahan Grogol, hari ini Kota Sari, dan tinggal dua kelurahan lagi, yakni Rawa Arum dan Gerem,” jelasnya.

Jajat berharap perencanaan pembangunan yang terfokus dan berkelanjutan mampu mengakhiri persoalan banjir di Kecamatan Grogol. Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan infrastruktur yang telah dibangun.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga hasil pembangunan, baik TPT, PJL Caang, rutilahu, maupun infrastruktur lainnya,” pungkasnya.


 

Komentar Via Facebook :