Hasbi Sidik: Kritik Itu Obat Pemerintahan, Bukan Serangan Pribadi
CYBER88 | Cilegon — Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Cilegon sekaligus anggota DPRD Provinsi Banten, H. Hasbi Sidik, menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi dan harus dijadikan sebagai sarana evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.
Pernyataan itu disampaikan Hasbi usai menghadiri rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra ke-18 yang digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Hasbi juga menyampaikan bahwa kader Gerindra terus menjalankan agenda rutin yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan sosial berupa aksi bersih-bersih fasilitas umum.
“Ini menjadi agenda rutinitas kita. Kader Gerindra menjadi pelopor pertama atas instruksi Bapak Presiden untuk melakukan kegiatan bersih-bersih di tempat umum dan fasilitas umum yang dipakai masyarakat setiap hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasbi menyoroti peran DPRD sebagai lembaga yang memiliki fungsi controlling atau pengawasan terhadap kebijakan pemerintah, terutama jika terdapat program-program yang dinilai sensitif atau tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“DPRD itu salah satu tugasnya mengontrol pemerintah berkaitan kebijakan. Amar ma’ruf nahi mungkar itu diperbolehkan secara agama, apalagi kita partai politik,” tegasnya.
Menurut Hasbi, kritik seharusnya disampaikan berdasarkan data dan fakta, bukan menyerang pribadi seseorang. Ia menilai kritik justru merupakan “obat” bagi pemerintahan agar terus melakukan perbaikan. “Kritik itu obat pemerintahan, bukan serangan pribadi. Yang penting ketika mengkritisi harus sesuai data dan fakta,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pejabat publik harus siap menerima masukan dan tidak bersikap alergi terhadap kritik.
“Kalau ada yang mengkritisi itu biasa sebagai obat penenang untuk memperbaiki kinerja selanjutnya. Kalau tidak mau dikritisi, jangan jadi pejabat publik,” sentilnya.
Hasbi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pejabat yang dipercaya rakyat harus terbuka terhadap evaluasi karena masyarakat merasakan langsung dampak dari setiap kebijakan yang diambil. “Kita ini setiap hari bersentuhan dengan masyarakat. Jadi kritik itu wajar dan memang diperlukan,” pungkasnya.


Komentar Via Facebook :