78 Penari Pingsan,6 Orang Kesurupan, Saat Menari Umbul Kolosal di Waduk Jatigede Sumedang

78 Penari Pingsan,6 Orang Kesurupan, Saat Menari Umbul Kolosal di Waduk Jatigede Sumedang

Cyber88 Sumedang - Festival Seni Budaya Daerah Kabupaten Sumedang Pagelaran Tari Umbul Kolosal yang digelar di kawasan kantor Satker Waduk Jatigede Sumedang,Membuat panik Warga Masyarakat Sumedang Dan sekitarnya Selasa, 31 Desember 2019. Pasalnya dalam pagelaran tari Umbul Sebanyak 78 penari jatuh pingsan dan kesurupan saat menari bersama di sebuah festival kolosal Penari, yang pingsan terdiri dari remaja sampai orang dewasa. Dari pantauan saat gelaran tari umbul sesi pertama, ada salah seorang penari di barisan terdepan tiba-tiba jatuh pingsan spontan, dua orang teman yang di pinggirnya, langsung menolongnya hingga dievakuasi panitia untuk mendapat penanganan medis di posko kesehatan. Ternyata, insiden serupa dialami penari lainnya. Ketika menari, para penari berjatuhan pingsan dan sebagian lainnya mengamuk kesurupan. Mobil ambulans pun kesulitan untuk membawa mereka ke puskesmas terdekat karena terjebak kemacetan panjang di sepanjang akses jalan ke Jatigede. Terpaksa mobil ambulans mengevakuasi para penari yang pingsan di salah satu ruangan kantor Satker Jatigede. Kejadian yang menghebohkan tersebut, diduga akibat para penari mengalami Hipoglekemi (kondisi perut yang sangat lapar). Diketahui sebelum acara, mereka tak sempat sarapan atau makan pagi Bahkan mereka menari di bawah terik matahari yang cukup panas.Ditambah lagi acaranya molor. Dari sedianya acara akan dimulai pukul 9.00, baru digelar sekitar pukul 10.00. Kondisi tersebut, menyebabkan tubuh mereka melemah dan kelelahan hingga akhirnya jatuh pingsan. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sumedang, Dadang Sulaeman menyebutkan, penari yang pingsan sebanyak 78 orang,mereka pingsan akibat terkena Hipoglekemi atau kondisi perut yang sangat lapar sehingga kondisi badannya lemah dan pusing. “Hipoglekemi, bahasa sundanya salatri. Dalam kondisi perut kosong ditambah kepanasan, menyebabkan tubuhnya melemah dan pusing hingga akhirnya jatuh pingsan. Mereka mengaku, tidak sempat sarapan karena tidak keburu. Namun, alhamdulillah tidak ada yang mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh, Sedangkan untuk penari yang kesurupan, terlepas dari hal mistis, kejadian itu pun kemungkinan dampak dari kondisi badan yang lemah,” ujarnya. Kejadian lainnya, di lokasi acara terjadi hujan lebat disertai angin kencang pada pukul 16.00-17.00 WIB.Akibat hujan angin, tenda eksklusif untuk Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Wabup Erwan Setiawan, beserta tamu undangan pentingnya lainnya, roboh.Tenda hancur disapu angin kencang. Suasana duka pun menyelimuti usai pertunjukan “Tari Umbul Kolosal” tersebut. Wartawan “Majalahku” Ade Sutarya (54) yang akrab dipanggil Ade Boxer meninggal dunia usai acara. Warga Dusun Panteuneun RT 05/RW 06, Desa Licin, Kec. Cimalaka, itu meninggal dunia ketika perjalanan pulang ke rumah dari liputan sekira pukul 14.00. (***)

Komentar Via Facebook :