KEPALA BPN PANDEGLANG BERHARAP, PROGRAM PTSL TERSELESAIKAN 100 %, DITAHUN ANGGARAN 2020
CYBER88, PANDEGLANG - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan program strategis dari pemerintah pusat untuk masyarakat. Program ini dibiayai oleh pemerintah pusat, kendati demikian, ada biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat untuk kelengkapan administrasi. Hal tersebut disampaikan Bupati Pandeglang, Irna Narulita saat memberikan sambutan pada acara pengambilan sumpah tim ajudikasi dan satuan tugas PTSL tahun 2020, di Pendopo, Selasa (14/1/2020).
"Masyarakat hanya mengeluarkan biaya 150 ribu rupiah untuk biaya pendokumentasian, patok, materai, dan operasional. Jangan sampai terjadi pungutan lebih dari yang sudah ditetapkan oleh pusat karena akan menjadi masalah dikemudian hari," tuturnya.
Kabupaten Pandeglang untuk tahun anggaran 2020 mendapatkan jatah atas program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 91.000 untuk Pengukuran Bidang Tanah (PBT), dan 58.000 bidang sertipikat tanah yang harus diterbitkan.
"Perlu kita pahami program ini sangat strategis karena muaranya jadi sumber ekonomi bagi masyarakat, sangat disayangkan jika program ini tidak dimanfaatkan dengan baik," tutur Irna.
Dalam pelaksanaannya, Bupati berharap agar tim ajudikasi bisa menjadi penengah apabila terjadi sengketa dimasyarakat atas kepemilikan lahan.
"Kasus ini bisa saja terjadi, untuk itu tim ajudikasi ini harus bisa memediasi sehingga dapat meminimalisir konflik yang terjadi," imbuhnya.
Sementara Kepala Badan Pertanahan (BPN) Pandeglang Agus Sutrisno mengatakan, kegitan pengambilan sumpah tim ajudikasi tersebut merupakan rangkaian atas kegiatan program PTSL.
"Pertama pengambilan sumpah tim ajudikasi, setelah ini kita lakukan sosialisasi kemasyarakat langsung oleh tim ditiap desa, selanjutnya pengumpulan data yuridis dan data fisik," ungkapnya.
Pada tahun anggaran 2020 ini, hanya 10 kecamatan yang tersebar di 68 Desa di Kabupaten Pandeglang yang mendapatkan program PTSL, diantaranya; Kecamatan Pulosari, Mandalawangi, Cisata, Bojong, Picung, Cikeusik, Cipeucang, Cikeudal, Saketi, dan Labuan. Agus berharap, program PTSL tahun 2020 tersebut dapat terselesaikan 100 persen dalam satu tahun anggaran.
"Kami bersama tim ajudikasi akan turun langsung melakukan sosialisasi ke Masyarakat dan melakukan pengumpulan surat -surat serta melakukan pengukuran," pungkasnya. (Dhady)


Komentar Via Facebook :