Pemko Pekanbaru Tak Tegas Tertibkan Pasar Kaget, Nasib Pasar Tradisional Bagai Menanti Ajal
CYBER88 PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru dinilai tak tegas menyikapi keberadaan Pasar Kaget yang menjamur di Pekanbaru. Bahkan Pemko seperti membiarkan para Pedagang di Pasar Tradisional itu mati perlahan. Ketua I Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesi (APPSI) Kota Pekanbaru, Indra Yudha menyampaikan, kian sepinya kondisi pasar-pasar tradisional di Pekanbaru belakangan ini disebabkan semakin banyaknya pasar-pasar kaget. Disayangkan, Pemko Pekanbaru seperti tak peduli dengan nasib pasar tradisional yang kian terpuruk. Bahkan, DPRD Kota Pekanbaru pun tak bisa berbuat banyak. Saat ini pasar tradisional yang umumnya telah dimoderenkan oleh Pemko, kehilangan fungsi sebagai tempat jual beli. Kehadiran pasar kaget yang dekat dengan pemukiman masyarakat, otomatis menjadi pilihan warga untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. "Kita sangat berharap Walikota Pekanbaru dan pemegang kebijakan serius untuk menertibkan pasar kaget dan mengembalikan fungsi pasar tradisional sebagai tempat jual beli masyarakat. Matinya pasar tradisional ini terjadi di semua pasar yang ada di Pekanbaru," kata Indra. Anehnya, kondisi seperti ini hanya terjadi di Kota Pekanbaru saja. Berbeda dengan daerah-daerah lain yang tak ada pasar kaget, minat warga mengunjungi pasar-pasar tradisional tetap ramai seperti biasa. APPSI Pekanbaru menyadari bahwa pedagang pasar kaget umumnya juga merupakan pedagang dari pasar-pasar tradisional. Mereka mau tak mau harus jemput bola dengan membawa dagangan ke pasar kaget, karena warga yang memang ingin praktis. Pada dasarnya, pasar kaget tidak memberikan kontribusi apapun bagi pemerintah, seperti pungutan retribusi dan sebagainya. "Justru yang diuntungkan adalah oknum-oknum pengelolanya. Sementara pasar tradisional yang jelas-jelas berkontribusi seperti sengaja dimatikan. Ini tentu menjadi tanda tanya bagi kita, ada apa dengan Pemko," tambah Indra lagi. APPSI Pekanbaru mewakili para pedagang sebenarnya telah beberapa kali mengadukan masalah ini DPRD Pekanbaru. Bahkan setelah beberapa kali hearing, hingga detik ini tetap tak ada solusi jelas. Nasib pasar tradisional semakin seret menunggu ajal. Memang ada anggota DPD RI yang melakukan kunjungan dinas ke pasar trasional. Tetapi hanya sebataa mendengarkan keluhan pedagang saja. Hingga saat ini juga tak pernah ada solusi. Sebut saja Pasar Sail di Jalan Hangtuah, merupakan salah satu pasar tradisional di Pekanbaru yang kondisinya cukup menyedihkan. Saat ini lebih dari 60 persen kios dan los ditinggal oleh pedagang. Seperti 25 los intuk pedagang ikan dan daging, saat ini yang terisi hanya 6 saja. Selebihnya sudah ditinggal pedagang. Lebih miris lagi dengan keadaan pasar Rumbai, di mana pada lantai duanya saat ini juga kosong tak ada aktifitas jual beli. (Andi)


Komentar Via Facebook :