Patuhi Himbauan Pemerintah Supaya Keluarga Kita Tidak Habis Seperti Salah Satu Keluarga di Itali
CYBER88.CO.ID - Coronavirus Disease 19 (Covid-19) semakin hari semakin mengganas, dimana korban tiap hari berjatuham di seluruh belahan dunia, virus tersebut dapat menginfeksi dan membunuh siapa saja tanpa mengenal usia, atau status sosial seseorang.
Penyebaran virus corona baru ini tergolong cepat dan telah menjangkit ratusan negara.
Melansir dari TEMPO CO, Anggota satu keluarga di Italia 'habis' seluruhnya karena pandemi penyakit virus corona 2019 atau COVID-19. Mereka terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Uniknya, keempat anggota keluarga itu dikenal tak memiliki riwayat penyakit serius alias sehat.
Keluarga ini berdomisili di Lombardy, Italia sebelah selatan, kawasan yang pertama sekaligus paling terpukul wabah virus corona penyebab pneumonia akut itu. Virus pertama merenggut nyawa sang ayah, Alfredo Bertucci, 86 tahun, pada 27 Maret 2020.
Alfredo adalah seorang pandai besi yang telah menyerahkan usahanya kepada kedua putranya, Daniele, 54 tahun, dan Claudio, 46 tahun. Kedua anaknya itu menyusul meninggal dan diikuti yang terakhir Angela Albergati, 77 tahun, istri Alfredo. Sang ibu dalam keluarga itu meninggal 1 April lalu.
Seluruh anggota keluarga itu dilaporkan telah mengalami gejala yang terkait dengan virus corona, termasuk demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Sebelum meninggal, keempatnya dirawat di rumah sakit yang sama.
Massimo Giovanni Fasano yang bersahabat dengan keluarga itu memberi kesaksian kalau Alfredo beserta istri dan dua anaknya dikenal sehat dan kuat. “Kami semua sangat sedih karena kesal, ini adalah tragedi nyata," ujar Fasano.
Saat ini Lombardy telah menjadi wilayah di Italia yang paling terpukul oleh krisis yang diakibatkan COVID-19, dan Italia telah menjadi negara yang paling terpukul di Eropa. Per Kamis malam, 2 April 2020, terkonfirmasi 110.574 kasus infeksi virus itu dan 13.155 meninggal karenanya di Italia. Jumlah kasus yang sembuh kembali sebanyak 16.847 orang.
Mayoritas orang yang meninggal akibat virus corona adalah pasien yang lebih tua dan yang memiliki riwayat penyakit lain, terutama yang menyebabkan masalah pernapasan atau merusak sistem kekebalan tubuh.
Mengutip pendapat, Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N. di cyber88.co.id bahwa pencegahan covid-19 saat ini, harus mengutamakan kepada antisipasi penyebaran aspek primer, atau inti dari penyebab adanya virus tersebut.
Karena, penyebar virus tersebut melalui, Batuk, Bersin, Berdahak, Meludah dan Kontak langsung (B3MK), bukan melalui udara.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mulai menggunakan istilah physical distancing atau menjaga jarak fisik sebagai cara untuk menghindari penyebaran virus corona lebih luas.
Langkah ini disebut sebagai "arah yang tepat" oleh para ahli, dan dilanjut dengan kebijakan Social Distancing atau Pembatasan sosial.
Hal itu merupakan serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular, walaupun akan sangat berdampak terhadap perekonomian khususnya masyarakat ekonomi bawah, dan itu harus menjadi tanggung jawab pemerintah dengan segala konsekwensinya.
Kalau seluruh masyarakat Indonesia, paham tentang hal itu, dan mengikuti segala himbauan dari pemerintah, maka insya allah tidak akan terjadi sebagaimana hal yang terjadi di Itali dan negara-negara, dimana korban sangat banyak berjatuhan dan akhirnya terpaksa melakukan Lockdown.
(Den's/Red)


Komentar Via Facebook :