Rencana Pemerintah Menggolkan RUU Omnibuslaw di Tengah Pandemi Corona, Mendapat Kecaman dari Bambang Eka, Ketua Umum Gaspermindo
CYBER88.CO.ID | Bandung - Kaum buruh sangat menanti apa yg terjadi didalam rapat kerja DPR RI terkait pembahasan RUU Omnibus Law kemarin selasa (14/04/2020) dan juga lanjutannya karena rancangan yang merupakan usulan pemerintah itu walau dalam situasi merebaknya pandemi covid-19 terkesan dipaksakan dan tetap ingin digolkan.
Sebagaimana yang sudah tersebar, isi dari RUU tersebut sangatlah meresahkan kaum buruh dimana isinya banyak menghilangkan hak hak buruh, ungkap Bambang Eka Ketua Umum Serikat Pekerja Gaspermindo, Rabu (15/04/2020).
"Perubahan pasalnya sangat ekstrim bukan hanya satu dua pasal tetapi cukup banyak dan ini merupakan kebijakan pemerintah yang paling berbahaya sepanjang sejarah yang pernah dialami dan dihadapi oleh kaum buruh", cetusnya.
"Tentunya dalam hal ini akan kelihatan siapa saja para anggota dewan yang terhormat, respon dan perhatian kepada rakyat dan pemilihnya khususnya kaum buruh yang sudah meminta dan menjerit untuk tidak melanjutkan mengesahkan Omnibuslaw. Khusus pasal-pasal yang akan merampas kesejahteraan kaum buruh kalau RUU itu di sah kan.
Semua itu ada pada genggaman DPR RI dan mungkin kalau mereka para wakil rakyat tetap memaksakan mengikuti kemauan pemerintah pastinya akan menyengsarakan kaum buruh tujuh turunan akibatnya, lanjut Ketua Umum Gaspermindo yang terkenal Kritis dalam memperjuangkan Hak-hak buruh.
Masih Kata Bambang Eka, "Kita juga telah melihat bagaimana sikap para anggota DPR RI yang sedang rapat kerja itu apakah sikapnya ada rasa sensitif dan mengerti dengan masalah yang akan terjadi pada nasib kaum buruh apabila RUU ini akan tetap disahkan..? Tanyanya.
Yang kami perhatikan kemarin, di gedung DPR RI itu, ada partai menolak dengan tegas, seperti PKS dan Demokrat karena memang mereka dari partai Oposisi. Namun ada juga anggota dewan dari partai pengusung pemerintah terutama PDIP, dimana Rieke Diah Pitaloka alias Oneng yang sebelum partainya berkuasa sangat aktif di DPR RI membela kepentingan kaum buruh tetapi sekarang setelah berkuasa malah kendor, buktinya terhadap Omnibuslaw dalam rapat kerja kemarin dia menyetujui pembahasan Omnibuslaw tetap dilanjutkan, kata Bambang Eka dengan nada kecewa.
"Khususnya kluster ketenaga kerjaan yang dikeluarkan dari 11 kluster yang direncanakan, menjadi usul dari Rieke Diah Pitaloka".
"Keterlaluan sekali Rieke, kalau dulu yang punya nama panggilan akrab Oneng itu begitu kritis sekali di Senayan saat mendengar jeritan buruh walaupun partainya pengusung pemerintah. Harapan kaum buruh, setidaknya Rieke tidak gagal paham dengan persoalan yang terjadi pada kaum buruh saat ini", lanjut Bambang Eka.
Kami perhatikan kemarin, ada juga partai yang mendua sikapnya dan ada juga memang tidak paham secara mendalam dengan persoalan RUU yang akan merampas kesejahteraan kaum buruh.
"Tetapi kendati demikian dalam rapat kemarin ada juga anggota DPR RI yang terlihat keras menolak, ya.. itu saudara 'Obon trabini,
"Saya yakin sikapnya akan sama dengan Serikat Pekerja (SP) dan serikat Buruh (SB) yang menolak RUU ini di sah kan karena, OBON salah satu anggota DPR yang asli dari aktivis buruh yang lolos kesenayan menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra"
Kesimpulannya Kami Dari Gaspermindo yang bergabung dengan Gekanas sangat kecewa kepada partai-partai yang tetap melanjutkan pembahasan RUU yang akan menyengsarakan kaum buruh ditengah tengah pedemi Virus Corona yang sudah menghawatirkan dimana beberapa daerah sejak hari ini sudah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Seharusnya mereka para wakil rakyat, fokus dulu untuk membahas penanganan mewabahnya virus Corona yang lebih mendesak, tutup Bambang Eka.


Komentar Via Facebook :