Di Duga, Pelajar SMP Usia 15 Tahun Tewas Tetabrak Kereta Api
CYBER 88 Purwakarta - Na'as, itulah nasib yang di alami oleh Faisal Maulidan yang masih berusia 15 tahun sebagai seorang pelajar di salah satu sekolah yang ada di Kecamatan Plered.
Kronologis tersebut, "kata sastra selaku kaka ipar korban menjelaskan kepada Media Cyber 88 Selasa tanggal 12 Nopember 2019 malam mengatakan.
Almarhum Faisal mengalami kecelakaan di duga di akibatkan ada tekanan pikiran yang datang dari sekolah tempat nya belajar. Sebab,sebelum Almarhum meninggal,kata Sastra. Almarhum Faisal,sebelumnya sempat bercerita bahwa di tempat belajar nya, korban pernah di omelin oleh seorang oknum guru, gara gara urusan bayaran yang menunggak ke sekolah, bahkan korban sempat di katain dengan kata kata kasar oleh seorang oknum guru di sekolah-nya. Di duga, semenjak kejadian di sekolah tempat Alm. menimba ilmu, Alm. jadi sering murung dan tidak banyak bicara. Alhasil pada hari Senin sekitar pukul 06.30 Wib, Alm. Faisal Maulidan yang masih berusia 15 Tahun tersebut harus meninggalkan dunia ini untuk selama lamanya, kata Sastra."
Jika kejadian naas ini tidak menimpa Alm. kami tadinya mau memediasi serta mengklarifikasi ke pihak sekolah untuk mempertanyakan berapa tunggakan yang harus di bayar. Namun, takdir berkata lain Tuhan lebih sayang kepada Alm. Faisal Maulidan sehingga, Tuhan memanggilnya untuk selama lamanya."
Selang beberapa hari setelah Alm. bercerita tentang tunggakan pembayaran ke sekolah, Alm. di kabarkan tewas tertabrak kereta api di daerah perum Bukit Panorama RT/11 RW/13 Kelurahan Ciseureuh Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta pada Senin 11 November 2019 sekira pukul 06.30 WIB. ucap Sasta."
Berdasarkan informasi dari warga, korban diduga terserempet kereta api sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, warga setempat mengaku mendengar klakson panjang sebagai tanda ada hambatan di depan jalan kereta api.
"Biasanya kalau klaksonnya seperti itu ada hambatan orang berada di lintasan yang akan dilewatinya, kemudian kami mendatangi lokasi," ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat, Enday Suhendar, Senin (11/11/2019).
Ia mengaku tidak mengetahui persis bagaimana peristiwa itu terjadi. Namun, kata dia, sejumlah anak sekolah memberi tahunya bahwa ada korban yang tertabrak kereta api.
Usai beberapa menit kemudian datang anggota kepolisian ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih untuk di lakukan pemeriksaan seperti Visum salah satu nya."
Jika semasa hidup-nya Alm. Faisal Maulidan memiliki kesalahan baik yang di sengaja atau yang tidak di sengaja, saya selaku kakak ipar korban beserta seluruh keluarga Alm. menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besar-nya. Mudah-mudahan seluruh kerabat serta rekan rekan di sekolah dan di manapun rekan rekan Alm. dapat memaafkan kesalahan-nya dan semoga Tuhan mengampuni segala dosa dosa-nya Alm. serta dapat meninggal dengan Khusnul Hotimah,ucap Sastra Saputra yang juga sebagai Journalist di media CYBER 88.COM." ( Wan"s / Din's )."


Komentar Via Facebook :