Pekerjaan Proyek TPT Desa Mojopurogede Di Duga Asal Jadi, LSM Desak Usut Tuntas

Pekerjaan Proyek TPT Desa Mojopurogede Di Duga Asal Jadi, LSM Desak Usut Tuntas

CYBER88 | Gresik - Pekerjaan proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Mojopurogede, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik Jawa Timur, yang bersumber dari dana Bantuan Keuangan (BK) di duga syarat dengan penyimpangan anggaran dan juga diduga menyimpang dari juknis.

Menurut keterangan Ali Ahmadi selaku ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) saat di temui awak media di balai desa senin (20/7) mengatakan,

"Anggaran nya 200juta dari dana Bantuan Keuangan (BK), panjang 117 meter dan tingginya 1,3 meter, dan kedalaman stros/besi 0,5 meter", ujarnya.

Ali menambahkan, "ya memang untuk lantai dasarnya nggak di gali, yang di gali cuma untuk strosnya itu saja 50cm dan sudah sesuai RAB. Dan itupun kmrin juga sudah di verifikasi sma dinas PU."ucapnya.

Saat itu Kepala Desa Mojopurogede tidak berada di tempat.

Pada Jum'at (24/7) kami mencoba datang kembali ke kantor desa mojopurogede bersama dengan LSM ILHAM NUSANTARA untuk mendengarkan keterangan langsung terkait bangunan TPT dari Kepala Desa.

Namun Kepala Desa juga tidak ada di kantor. Saat di hubungi oleh Charif ketua umum LSM ILHAM Nusantara melalui pesan WhatsApp hanya di buka saja dan enggan menjawab, charif (dengan menunjukan pesan WhatsApp kepada awak media).

Terpisah, Menurut keterangan Kasmuji Kepala Desa Mojopurogede saat di konfirmasi lewat telepon seluler oleh CYBER88 (24/7) mengatakan,

"saya ke surabaya, Di gali ataupun nggak di gali itu nanti urusan inspektorat bukan urusan jenengan. Saat di tanya BK dari mana? jawabnya tidak tahu, pyn tanya langsung ke kecamatan.

Charif Anam ketua umum LSM ILHAM NUSANTARA lalu meminta keterangan kepada ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Ali Ahmadi tentang pengerjaan pembangunan TPT di dusun jeraganan yang di duga syarat dengan penyimpangan anggaran dan menyimpang dari juknis tersebut.

Pengakuan dari Ali saat di konfirmasi Charif mengatakan, "panjang 117 M, tinggi 1,3 M, 0,25 M lebar atas, 1,20M lebar bawah. Untuk jumlah stros besi nya sekitar 40 pakai cor kedalam tanah 50cm. Ukuran ketebalan batu di dalam RAB saya lupa pak.

Pencairan uang sekitar pertengahan juni setelah 3 hari cair kita langsung kerjakan dan pengerjaan itu selesai sekitar pertengahan juli".ujar ali.

"untuk pembelian material seluruh nya pak kades yang menangani pak, kami hanya pelaksana di lapangan kalau material habis, ya tinggal langsung ngomong sama pak kades nanti akan di kirim material nya". Saya memang ketua pelaksana, semuanya di pak kades.

Lanjut charif bertanya, dalam struktural TPK kan ada strukturnya, ada bagian-bagian nya kenapa di hendel kades semua, apa semua uang di pegang pak kades, dan apakah penyedia barang adalah pak kades.

Jawaban ketua TPK "ya memang semua dari pak kades, lanjut charif berarti struktur yang di buat tidak di fungsikan ya pak, jawaban ketua TPK ya pak tidak berfungsi, semua material bangunan semua urusan pak kades". jawab ali.

Disinggung terkait papan informasi proyek yang pengerjaan nya sudah selesai tapi baru di pasang

Ali berkata, "ya papan informasi proyek memang baru di pasang kemarin sebenarnya sudah ada banner nya. Memang sesuai arahan pak papan nama di pasang setelah proyek jadi. Dari pihak kecamatan katanya sudah sesuai prosedur, setiap minggu dari bagian pembangunan datang ke sini untuk memantau pengerjaan ini".

Setelah itu CYBER88 dan  LSM Ilham Nusantara datang ke kecamatan dan bertemu dengan kasi ekbang Bu Retno dan stafnya.

"Pada saat kami kemarin kesana di gali ko pak, lantai dasar nya di RAB itu kalau nggak salah galian nya sekitar 5cm", Ujar salah satu stafnya yang kemarin ikut mengecek ke lokasi.

Ketika di minta menunjukan RAB Retno menjawab tidak bisa karena dokumen negara.

Jawabannya di bantah oleh ketua umum LSM ILHAM nusantara, bahwa dokumen negara tersebut tidak bersifat rahasia boleh untuk di tunjukan. Namun retno tetap tidak mau menunjukan. Maka patut di duga menyembunyikan informasi.

Menurut keterangan beberapa warga sekitar yang tidak mau di sebutkan namanya mengeluh dengan pekerjaan pembangunan TPT  tersebut.

"Masa ada mas bangun TPT ko nggak di gali nanti lak bolong kalau terkikis air, apa bisa bertahan lama, trus untuk semua material juga ambil dari toko pak kades sendiri dari mulai pasir, semen dan lainnya.

Yang membuat kita bingung lagi kenapa bahan material di muat pakai mobil L 300 bukan pakai Dum Truck kalau seperti itu nanti kan ada biaya langsir juga". Ujar warga.

"Kalau melihat bangunan nya langsung di duga proyek awur awuran, sebelum proyek di mulai harus ada papan nama, ukuran batu ada ketentuan",sahut warga yang lain.

Charif mengatakan "setelah hasil penelusuran kami di lapangan pekerjaan pembangunan TPT Desa Mojopurogede dapat di duga syarat dengan penyimpangan anggaran dan tidak sesuai juknisnya.

Bagaimana TPT bisa kuat kalau tidak ada galian untuk lantai dasar, bangunan harus kuat kan harus ada penanaman batu atau cor baru tembok.

Tidak bisa layak bangunan kalau tidak ada galiannya bagaimana bisa di jamin kekuatan usia bangunan tersebut kalau memang tidak ada penanaman batu/cor dalam artian galian".

Masih charif, "Kalau semua di hendel kepala desa penyedia barang juga kepala desa lalu untuk apa di bentuk TPK bisa-bisa TPK hanya sebagai formalitas saja untuk mencapai tujuan mark-up nya dan tidak boleh seorang kepala desa menjadi penyedia barang dalam pembangunan yang ada di desanya.

Namun hal ini terjadi karena pak kades kan punya toko bangunan ya hitung-hitung biar dagangan nya laku dengan harga tinggi.

Hal ini tidak bisa di biarkan karena sudah mengara pada dugaan memperkaya diri dengan cara mark-up dan tidak sesuai prosedur yang ada".ujar nya

"Pihak kasi pembangunan kecamatan bungah juga cek lapangan setiap minggu, sudah pasti tahu papan nama tidak terpasang, pasti ada galian atau tidak untuk lantai dasar, spesifikasi material baik ukuran batu, campuran beton, besi dll sudah pasti tahu.

Yang jadi pertanyaan, kenapa tidak ada teguran dan terkesan di biarkan. Kalau hanya datang lihat dan tidak memberikan teguran atas kekurangan atau kelalaian dalam proses pembangunan tersebut jelas ada sesuatu".

Ditanbahkannya, "Dari pengakuan antara TPK dan kasi pembangunan kecamatan bungah tidak sinkron, kepala desa tidak tahu proyek tersebut dari mana.

Kok lucu ya seperti PROYEK SILUMAN saja masak si kepala desa selaku pemohon dan penerima bantuan kok bilang tidak tahu proyek di dapat dari mana".

Lanjut charif, "Ini tidak bisa di diamkan sepertinya ada KONSPIRASI kejahatan, Kami LSM ILHAM nusantara akan usut tuntas tindakan kepala desa mojopuro gede yang dalam fakta prakteknya di duga telah memakai TPK dengan tidak menfungsikan fungsionalnya dan semuanya di hendelnya.

Jelas ini ada permainan dan ada tujuan memperkaya diri, serta dari pihak pengawasan yang telah di duga lepasnya pengawasan dan atau ikut serta dalam konspirasi kejahatan,,

Ini tidak bisa di diamkan, ini uang rakyat kami akan usut tuntas. Sambil berlalu dan mengakhiri perjumpaan". Tandasnya. (Dan).

Komentar Via Facebook :