GAI SDN 3 Sidowaluyo, Dibuat Tidak Nyaman Oleh Kepala Sekolah Agar Undurkan Diri
CYBER88 | Lamsel -- Guru Agama Islam (GAI) SDN 3 Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, terpaksa vakum mengajar karna ditekan Kepala Sekolahnya. Ia dituduh tidak melaporkan hasil KBM.
Memang sebagai pemimpin bisa dikatakan Hebat dan luar bisa, perlu diacungi jempol tindakan tegas dari Kepala SDN 3 Sidowaluyo Neta Suryani ini.
Kalau benar namun diduga kuat dia (Neta) mengada-ada permasalahan guna mengeluarkan guru Agama Islamnya.
Namun disisi lain tentu dinilai publik tindakannya KS ini dianggap tidak manusiawi dan tega.
Miris sekali,, memang tindakan Oknum KS seperti ini, sepanjang sejarah di Kecamatan Sidomulyo belum ada Kepala SDN yang bertindak sewenang-wenang terhadap gurunya karna hal yang sepele, dan sampai saat ini belum ada guru Agama ASN di tempatkan di SDN itu.
Hal sepele yang sebenarnya bukan kesalahan guru Agama Novi, S.Pdi ini ternyata berakibat fatal menyebabkan seorang guru honorer yang mengajar Agama Islam dengan isentip Rp. 250 ribu /bln itu harus berhenti mengajar.
Enggannya Novi melaksanakan kegiatan mengajar, karna dicari-cari kesalahan nya.
Hal ini tentu berimbas dalam segi ekonominya apa lagi disaat Sidomulyo dalam keadaan Covid -19 karna ada dua warga yang positif Covid-19.
Informasi yang didapat menyebutkan bahwa guru Agama Islam tersebut disuruh mengirim gambar atau foto dalam melaksanakan tugasnya ke Kepala Sekolah.
Padahal, menurut Novi, sudah dikirim, tapi tidak diakui oleh Kepsek dan ditegor dengan cara sinis sehingga menyakitkan hati.
Atas kejadian tersebut Novi jadi merasa tidak nyaman dan tidak melaksanakan tugasnya karna dituduh bersalah, saya sudah mengirim data-data tapi dibilang saya gak ngirim memang ada niat dia memberhentikan saya, nyuruh saya pergi untuk mengajar di sekolah lain,"ujar Novi saat di hubungi.
Atas penelusuran terbukti Novi telah mengirim laporan" ke Kepala Sekolahnya.
Vakumnya Novi tidak beraktivitas saat ini ia selalu di telp, dicari-cari untuk menandatangani surat pengunduran diri yang di buat oleh Kepala Sekolah.
Diketahui Kepala Sekolah yang bernama Neta itu ternyata berperangainya Arogan, bicaranya tidak ada kesopanan, tidak mencerminkan seorang Leader (pemimpin) melainkan mirip seorang pedagang yang berbicara dengan pegawainya, seenaknya kalau bicara, menyebut diri dan kawan bicaranya elu dan gua gua.
Tahun 2019 memang sudah ada kasak kusuk kalau Neta hendak menonaktifkan semua guru honorer dan akan diganti dengan orang-orangnya.
Untuk memuluskan rencananya suasana disekolah dibuat tidak nyaman, agar para guru honorer tidak betah dan mengundurkan diri.
Pendapat Sumber, untuk membuat suasana tenang dan nyaman di SDN 3 Sidowaluyo, Kepela Sekolah ini sebaiknya oleh Kadisdik dikembalikan mengajar sebagai guru. Karna, menurtnya tidak mampu membuat kondusif di sekolah, Ia tidak mempunyai jiwa pemimpin, ujar sumber berinisial AA yang minta namanya tidak disebut.
Kepala sekolah, Nita saat ditemui untuk konfirmasi ke sekolah, sekolahnya tutup. (Andy)


Komentar Via Facebook :