Pasien Covid-19 Keluhkan Pelayanan RSUD Raja Ampat, dr.Agus: Itu Tidak Benar
Direktur RSUD Raja Ampat,dr.Agus
CYBER88 | Papua Barat -- Satu keluarga di kota Waisai Kabupaten Raja Ampat yang merupakan pasien Covid-19 keluhkan pelayanan kesehatan Rumah Sakit (RSUD) Raja Ampat.
Keluhan ini disampaikan salah satu pasien bernama Oktovina Tonapa melalui sebuah video yang berdurasi 4 menit 30 detik yang ia rekam pada saat berada di tempat isolasi.
Dalam rekaman video yang diperoleh media ini, Minggu (27/9/2020) sontak kemudian menjadi Viral di beberapa media sosial.dalam video itu,Oktovina mengaku bahwa,dirinya adalah salah satu petugas kesehatan yang berdinas di RSUD Raja Ampat.
Disampaikan,selama berada di ruang isolasi dirinya bersama keluarganya serta pasien-pasien lainya tidak mendapatkan pelayanan,bahkan tidak ada satu orang dokter pun yang bertandang di ruang isolasi untuk menemui mereka.
Adanya perihal pelayanan tersebut,Oktavina kemudian membuat video rekaman,yang mana video itu ia tunjukkan kepada Bupati Kabupaten Raja Ampat,sekda Raja Ampat dan Satgas Covid-19 Raja Ampat.
"Selamat siang bapak sekda,bapak bupati dan seluruh tim satgas Covid,kami,saya Oktovina Tonata tim medis dari rumah sakit RSUD Raja Ampat,saya bagian laboratorium.saya terkonfirmasi Covid dan saya masuk kesini sudah hari ke-4.kami pertama masuk,kami keadaannya sangat menderita pak".ungkap Oktovina.
Pasalnya,pada saat mereka dikarantina dalam ruangan isolasi tersebut,ruangan sangat kotor.sebab itu,mereka membersihkan sendiri.
Namun,yang lebih mirisnya lagi pasien tersebut mengaku tidak ada seorang dokter pun yang mengunjungi mereka di ruang isolasi.selain itu,pihak rumah sakit tidak pernah memberikan obat kepada pasien.
Ditambahkan Oktavina dalam video,jumlah pasien terkofrm yang saat ini berada di ruang isolasi RSUD Raja Ampat berjumlah 12 pasien,yang mana 5 diantaranya merupakan anak Balita.
Oktavina juga menuturkan,5 pasien yang merupakan Balita itu juga tidak pernah diperhatikan oleh pihak rumah sakit.selain itu ia juga membeberkan bahwa pasien tidak pernah mendapatkan asupan vitamin.
Menurut penuturan Oktovina,Ia sudah membangun komunikasi dengan pihak rumah sakit namun,pihak rumah sakit berdalih bahwa tidak ada anggaran untuk pembelian vitamin.
"Waktu kami menelpon,kami dibilangnya katanya tidak ada anggaran untuk biaya pembelian vitamin.keadaan kami Sekarang bukan membaik pak,semakin buruk pak,karena kami tidak pernah diperhatikan.satu orang pun dokter datang gak pernah".ujar oktivina dengan mata berkaca-kaca
Direktur RSUD Raja Ampat, dr.Agus Hariyanto,Sp.B, saat konfirmasi koranmerdeka.com tidak membenarkan hal tersebut.
Ia mengklarifikasi video yang beredar dari salah satu perawat pasien terkonfirmasi Covid-19, bahwa pernyataan perawat tersebut tidak benar dan bertujuan menghujat managemen RSUD Raja Ampat.
Dijelaskan dr.Agus, Oktovina Tonapa dan 11 orang lainnya yang disebutkan, merupakan pasien Covid-19 yang dikarantina, bukan diisolasi, sehingga penanganannya sangat berbeda. Pasien Covid-19 yang dikarantina, merupakan pasien tanpa gejala, sementara yang diisolasi adalah pasien covid-19 dengan gejala penyerta.
Pasien tanpa gejala seperti suster Oktovina dan yang lainnya, ditempatkan di gedung IPRS yang sudah dilakukan pembersihan berlapis oleh Tim Covid-19 dan ibu Rita serta tim yang bertugas. Pembersihan gedung IPRS dialkukan dengan penyemprotan alcohol.
"Jika dikatakan tidak ada dokter yang melakukan kunjungan, sangatlah tidak benar, karena saya dan dr. Rosenda,SpPD sudah melakukan visite", jelas dr. Agus.
Ditanya tentang pernyataan suster Oktovina terkait vitamin yang tidak pernah diberikan, dr.Agus mengatakan bahwa itu “Bohong Besar “, Tim Covid RSUD sudah memberikan vitamin, namun tidak diminum, bahkan dibuang, Oktovina menuntut obat vitamin yang sama dengan miliknya.
Dituturkan,Suster Oktovina diketahui memiliki masalah pribadi dengan Tim Covid-19, yang bersangkutan pernah minta dipindahkan tetapi tidak diijinkan karena alasan penyebaran virus. Diduga karena tidak dikabulkan sehingga suster Oktovina marah dan ngamuk sehingga buatkan video tersebut.
“ Dia mengamuk ke Tim Covid RSUD, ada buktinya koq “ tegas dr.Agus.
Sebagai seorang perawat, Oktovina terikat dengan kode etik perawat, ditanyakan tentang kode etik ini, dr.Agus menjawab menggunakan peribahasa “ menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.
dr.Agus, para dokter dan tim Covid-19 RSUD Raja Ampat berencana akan melakukan visite besok, 28 September 2020, untuk memberikan obat dan melakukan pemeriksaan terhadap pasien, sekaligus akan membuat video klarifikasi yang melibatkan semua petugas baik para dokter hingga cleaning service.(A.Macap)


Komentar Via Facebook :