Massa Unjuk Rasa Tolak UU Ciptaker, Dihadang Aparat dan Kawat Berduri, Orasi di Kawasan Patung Kuda

Massa Unjuk Rasa Tolak UU Ciptaker, Dihadang Aparat dan Kawat Berduri, Orasi di Kawasan Patung Kuda

CYBER88 | Jakarta -- Setelah gelombang demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja terus bergulir sejak 6 Oktober di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta dan selainnya. Bahkan terjadi kerusuhan akibat diduga di tunggangi pihak-pihak yang menginginkan adanya kericuhan.

Hari ini, Selasa (20/10) tepat satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Sejumlah elemen masyarakat dan Mahasiswa kembali melakukan demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja.

Mereka terus menggelar demonstrasi, lantaran pengesahan UU Cipta Kerja yang di sahkan (5/10) lau, dinilai merampas hak hidup seluruh rakyat Indonesia dan justru lebih banyak menguntungkan penguasa dan oligarki.

Pantauan Cyber88.co.id, Massa unjuk rasa tolak Omnibus Law Cipta Kerja yang dihadang aparat kepolisian saat hendak berunjuk rasa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/10).

Mereka diadang di sekitar kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat sekitar pukul 09.00 WIB.

Sejumlah aparat polisi membentuk pagar betis. Barikade kawat berduri dibentangkan tepat Jalan Medan Merdeka Barat arah MH Thamrin.

Merekapun akhirnya melakukan orasi di kawasan Patung Kuda.

"Hari ini kami datang untuk meminta revisi Omnibus Law Cipta Kerja. Kami datang ke Istana, meski ini terlalu jauh dari Istana," kata orator dari massa tersebut.

Dalam aksi kali ini, mahasiswa mengajukan tiga tuntutan, yaitu revisi UU Cipta Kerja; Selamatkan kedaulatan rakyat, kedaulatan tanah adat karena kedaulatan rakyat dan kedaulatan tanah adat adalah kedaulatan ekonomi bangsa; dan Keadilan investasi dan demokrasi harus ditegakkan.

Komentar Via Facebook :