Kasus Ambroncius Nababan Sudah Ditangani Pihak Berwajib, Ini Himbauan Kapolres Raja Ampat;

Kasus Ambroncius Nababan Sudah Ditangani Pihak Berwajib, Ini Himbauan Kapolres Raja Ampat;

CYBER88 | Papua Barat -- Masyarakat dan para tokoh di Kabupaten Raja Ampat diminta untuk jangan terprovokasi dengan isu rasisme yang belakangan dihembuskan di sosial media, Senin(25/1/2021).

Beberapa hari lalu,salah satu oknum Anggota DPR-RI, Ambroncius Nababan mengeluarkan sebuah stateman yang dinilai bermuatan Rasis kepada Natalius Pigai

Statman tersebut dikhawatirkan akan memicu kemarahan orang asli papua (OAP) yang berada di Provinsi Papua maupun Provinsi Papua Barat.

Sebagai langkah pencegahan, Kapolres Raja Ampat, AKBP.Andre JW, Manuputty, S.IK, menghimbau agar masyarakat tetap tenang dalam menyikapi perihal yang terjadi.

"Persoalan tersebut saat ini sudah Ditangani oleh pihak berwajib, sebab itu, tokoh adat,tokoh masyarakat  dan seluruh masyarakat Raja Ampat agar menyerahkan perihal tersebut kepada pihak berwajib" kata andre.

"Kendati demikian, Ia juga mengungkapkan, apabila ada masyarakat yang ingin melakukan pengaduan atau laporan atas kasus tersebut, maka pihak polres akan tetap mengakomodir."

Terkait dengan kasus tersebut, Kapolres juga menuturkan, bahwa KNP Provinsi Papua Barat sudah membuat Laporan Polisi (LP) ke Polda Papua Barat.

"Di Polda, berita terakhir yang saya terima adalah dari KNPI sudah datang ke Polda untuk melakukan Laporan Polisi" terang Kapolres.

Menurut Kapolres Raja Ampat, Statman yang dikeluarkan oleh Amrosiu Nababan kepada  Natalius Pigai sudah tentu akan menciptakan ketersinggungan masyrakat Papua dan Papua Barat.

Diakuinya saat ini, pihak Polres telah membangun koordinasi dengan sejumlah pihak di Raja Ampat, Koordinasi tersebut dimaksudkan untuk tetap menjaga Susana di Raja Ampat tetap Kondusif dalam merespon kasus tersebut.

Statman yang dinilai bermuatan Rasisme itu bermula pada tulisan Ambroncius Nababan dalam halaman Facebook nya beberapa hari kemarin.

"Mohon maaf yg sebesar-besar nya,Vaksin sinovac itu dibuat untuk MANUSIA bukan utk GORILA apalagi KADAL GURUN.karena menurut UU Gorila dan kadal gurun tidak perlu di Vaksin.Faham?" Tulis Ambroncius.

Nampaknya statman tersebut untuk menanggapi statman Natalius Pigai di salah media yang diupload nya di halaman Facebook miliknya.

Selain itu, Ambroncius juga meng-update gambar di beranda Facebooknya, gambar tersebut yakni foto Natalius Pigai yang diedit berdampingan dengan gambar Gorila (orang hutan).

Dalam keterangan gambar tersebut, Ambroncius telah menulis,"Edodoee pace.Vaksin ko bukan sinovac pace tapi ko pu sodara bilang vaksin rabies.sa setuju pace".

Terkait dengan pernyataan tersebut, Keluarga besar Batak di Raja Ampat telah mengutuk keras statman Ambroncius Nababan dan mendukung pihak berwajib untuk memproses masaalah tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan, bahwa keluarga besar Batak di Raja Ampat sudah memberikan klarifikasi bahwa, persoalan tersebut adalah persoalan perseorangan dan tidak ada kaitannya dengan suku ataupun kelompok" Tuturnya.

Ia juga berharap agar pihak-pihak terkait di Raja Ampat untuk selalu tenang dalam menyikapi persoalan tersebut.

"Pada prinsipnya pihak kepolisian tetap akan memproses kasus tersebut sesuai dengan mekanisme dan perundang-undangan yang berlaku," pungkasnya. (A.Macap)

Komentar Via Facebook :