Athur Berau, Pengusaha Sawit yang Diduga Merusak Ratusan Hektare Hutan Habitat Harimau
Ilustrasi internet
CYBER88 | Kuansing - Pengusaha bernama Athur Berau merupakan warga Pekanbaru, Riau, disebutkan telah membangun kebun kelapa sawit di dalam kawasan Hutan Bukit Batabuah, Kuansing, Riau, pada Minggu (7/3).
Sumber dari WWF, menyampaikan bahwa peralihan funsinya hutan konservasi menjadi lahan kebun sawit akan membuat habitat terutama Harimau yang ada dalam kawasan hutan itu akan kehilangan makanan.
“Kalau makanan mereka menghilang di hutan Bukit Batabuah, maka kita khawatirkan harimau memangsa ternak warga sekitar hutan dan bukan tidak mungkin manusia juga jadi korbannya,” kata Sulaiman, warga sekitar Bukit Batabuah.
“Pengusaha keturunan ini tidak memikirkan kepentingan nasib orang banyak, sumpah kami ketakutan pak,” lanjutnya.
Menurut pegiat lingkungan, selain berdampak pada ketakutan warga, harimau masuk kampung berdasarkan Pasal 69 ayat (1) Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, yang menyatakan “Masyarakat berkewajiban untuk ikut serta memelihara dan menjaga kawasan hutan dari gangguan dan perusakan”.
“Athur Berau bukan menjaga ini malah merusak kawasan hutan, yang membabat hutan ratusan hektare demi diri sendiri dan tanpa izin,” kata pegiat lingkungan Mattheus.
Sebelumnya, yayasan lingkungan hidup Anak Rimba Indonesia (Arimbi) menyebut telah memantau kegiatan alih fungsi kawasan hutan untuk kebun yang disebut-sebut milik Athur Berau di Kuansing.
Untuk menjaga kelestarian hutan, Tim Arimbi telah melakukan investigasi dan pengumpulan data tentang adanya praktik-praktik perusakan kawasan hutan di seluruh wilayah Provinsi Riau termasuk di bukit Batabuh, Kuansing.
Banyak pegiat lingkungan minta ketegasan aparat terkait untuk segera menertibkan kebun Athur Berau maupun kebun yang berada dalam kasawan Bukit Batabuah lainnya.
“Siapa sih Athur Berau, kok, kebun ilegalnya tak bisa ditertibkan, kenapa tidak diusut?" kata sejumlah pegiat lingkungan Riau.
Sementara dikonfirmasi pengusaha yang disebut berkebun dalam kawasan Bukit Batabuah, Athur Berau melalui Hp 081217175XXX tidak menjawab, dihubungi via WA pengusaha ini memblokir HP sebagian wartawan. (Red)


Komentar Via Facebook :