Muspidauan ; Aksi Teror Karena Tidak Senang dan Semoga Polda Riau Cepat Menangkap Aktornya

Muspidauan ; Aksi Teror Karena Tidak Senang dan Semoga Polda Riau Cepat Menangkap Aktornya

Ilustrasi Internet

CYBER88 | Pekanbaru - Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau Muspidauan meminta Polda Riau menangkap dalang atau aktor intelektual teror kepala anjing di rumahnya. Kamis,(18/03/21).

Saat ini kepolisian baru menangkap tiga orang suruhan dari lima pelaku dalam kasus tersebut.

Muspidauan menjadi korban teror pelemparan kepala anjing dan pisau di rumahnya kawasan Sukajadi, Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu. Muspidauan berharap orang tersebut segera ditangkap.

"Kami berharap pelaku lain dapat diungkap, termasuk otak pelaku atau aktor intelektual di balik kasus teror ini," ujar Muspidauan.

Muspidauam menjadi salah satu korban teror sejumlah orang lantaran disahkan menjabat sebagai Ketua Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru.

Menurutnya jika aktor intelektual atau otak dari para pelaku teror itu ditangkap, maka motif aksi ini akan terungkap. Karena sebelumnya Polda Riau merilis inisial J yang menjadi otak pelakunya dan masih buron. 

"Kita berharap semua terungkap sehingga masyarakat merasa nyaman dan tentu sebagai efek jera dan pembelajaran bagi para pelaku," ucapnya.

Selain Muspidauan, turut menjadi korban adalah Sekretaris Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Nasir Panyalai. Rumah Nasir disiram bensin oleh pelaku di hari yang sama.

Dalam kasus ini Polda Riau dan Polresta Pekanbaru, hanya menangkap 3 orang pelaku teror. Mereka yakni Irwan, Didik dan Boy.

"Ketiganya kita tangkap di tiga lokasi berbeda. Ada yang di kantor LAM Kota Pekanbaru, Jalan Melur dan terakhir di wilayah Kubang," ujar Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Effendi dalam konferensi persnya, Jumat (12/3/21) lalu.

Dari keterangan ketiganya, motif yang melatar belakangi aksi teror itu yakni berkaitan dengan Musdalub LAM Pekanbaru beberapa waktu lalu. Para pelaku merasa tidak senang dengan keputusan dalam Musdalub tersebut.

Muspidauan terpilih menjadi Ketua Harian LAM Pekanbaru membuat aktor intelektual teror kepala anjing itu tidak senang. Sehingga, para pelaku yang ditangkap polisi itu disuruh meneror Muspidauan. Hanya saja, polisi baru menangkap orang suruhan saja. 

"Mereka tidak senang. Sehingga mereka sempat memprotes dengan tujuan agar mereka tetap eksis berada di property atau aset yang ada di LAM Pekanbaru," jelasnya.

Polisi mengklaim masih memburu dalang teror pelemparan potongan kepala anjing di rumah Muspidauan yang juga selaku Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau itu.

Polisi juga mengaku telah mengantongi identitas dalang dalam aksi teror tersebut. Ia adalah J. Ia disinyalir juga sebagai pendana para pelaku sekaligus orang yang menyuruh. 

Meski begitu, Agung masih enggan membeberkan secara rinci terkait J. "Tunggu kita tangkap," katanya.

Selain J, polisi juga masih memburu BI yang juga pelaku dalam aksi tersebut.

Aksi teror ini terjadi pada Jumat (5/3) sekitar pukul 05.00 Wib di rumah Muspidauan di wilayah Sukajadi, Pekanbaru.

Selepas pulang sholat subuh, korban mengecek rekaman CCTV lantaran sebelumnya ia menemukan sebilah pisau di pintu rumahnya. Saat itu justru anaknya melihat potongan kepala anjing di bawah pot bunga teras rumahnya.

Sedangkan rumah Nasir disiram bensin, lantaran Nasir dianggap memberi restu terselengaranya Musdalub. Sehingga munculah nama-nama pengurus baru di LAM Riau Kota Pekanbaru.

Komentar Via Facebook :