Ruas Jalan Penghubung Kebun Kopi di Sulawesi Tengah Longsor, Akibatkan Macet Selama Enam Jam

Ruas Jalan Penghubung Kebun Kopi di Sulawesi Tengah Longsor, Akibatkan Macet Selama Enam Jam

CYBER88 | Palu - Jalan nasional ruas Tawaili - Kebun Kopi - Toboli provinsi Sulawesi Tengah, sekitar enam jam tidak bisa di lewati kendaraan roda dua maupun roda empat akibat telah terjadi longsoran pada area Kebun Kopi. Kamis, (20/05/21).

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, longsoran tersebut terjadi pada Rabu (19/05/21) sekitar pukul 04.00 WITA dan baru bisa di lalui kendaraan dengan sistem satu jalur sekitar pukul 10.00 WITA.

Ruas jalan Kebun Kopi di ketahui hampir setiap tahun memiliki paket kontrak berupa pekerjaan penguatan tebing di sepanjang area Kebun Kopi dan diduga ada sekitar ratusan miliar yang di gelontorkan untuk peningkatan ruas tersebut.

Anggaran ratusan miliar tersebut bersumber dari APBN yang di kelola oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Aji Giri Luhur Pribadi.ST,Satuan Kerja (Satker) Agustinus Junianto.ST, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Syukur.ST.MM, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR.

Berdasarkan pantauan media ini pada hari ini, hampir di setiap titik yang berada paket kontrak terjadi longsor dan jaring pengaman tebing sebagai ikut terbawa matrial, kuat dugaan paket tersebut di kerjakan tidak sesuai spek yang ada.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Aji Giri Luhur Pribadi.ST, sebagai penanggung jawab secara teknis dan keuangan pada ruas tersebut, belum bisa di konfirmasi media ini, pasalnya kontak WhatsApp yang ada telah di blokir.

Sementara Kepala Satuan Kerja (Ka.Satker) Agustinus Junianto.ST ketika di konfirmasi via WhatsApp pada Rabu (19/5/21) terkait longsor di ruas Kebun Kopi mengatakan, sementara di lakukan pembersihan dengan menggunakan satu unit lauder dan satu unit DT, sementara di koordinasikan bantuan alat satu unit excavator dan dua unit lagi DT.

"Alhamdulillah, ruas Kebun Kopi yang menghubungkan beberapa kabupaten di Sulteng sudah bisa di lewati kendaraan walaupun masih satu jalur," ucap Muhammad Syukur.ST.MM sebagai Kepala BPJN Sulteng saat memberikan tanggapan via WhatsApp pada Rabu (19/05/21).

Komentar Via Facebook :