Kapal RORO Permata Lestari III Diduga Membahayakan Penumpang Bengkalis-Pakning
CYBER88 | Bengkalis - Aktifitas penyeberangan Roll on roll off (Roro) yang menghubungkan pelabuhan Air Putih Bengkalis dengan pelabuhan Sungai Selari di Sungai Pakning, layanan yang diberikan oleh Kapal Permata Lestari III diduga sangat membahayakan penumpang penyebrangan. Kamis, (24/0621).
Hal itu terjadi akibat ulah ABK yang tidak mengindahkan SOP yang sudah di tetapkan oleh Dinas terkait terhadap kapal Roro pada saat bongkar muat armada bermotor.
Seperti yang terjadi pada tanggal 17/6/21 sekira pukul jam 19:30 wib yang lalu, terlihat begitu sesak padatnya susunan kendaraan bermotor di atas dek dalam kapal Roro, seorang ABK Permata Lestari III membiarkan begitu saja mobil penumpang yang naik sendiri ke dalam kapal, untuk memasuki kapal Roro tanpa di pandu oleh ABK.
ABK nya tidak mau mengatur parkir laju kendaraan (susunan parkir mobil) sehingga mobil yang terakhir hampir terjatuh ke dalam laut dan serta hampir menabrak mobil lainnya yang sudah duluan parkir di depan pada saat di muat.
Oleh supir mobil Avansa warna silver yang juga penumpang pada saat itu menegur ABK tersebut, ABK menjawab langsung dengan nada lantang seraya membentak penumpangnya, serta mengusir penumpang dari kapal Roro dengan kata-kata ( "kalau tidak mau naik silahkan keluarkan mobilnya dari kapal ini, red), bentak ABK tersebut.
Sehingga terjadi adu mulut hingga hampir terjadi adu jotos antara ABK dan penumpang Kapal Roro Lestari.
Akibat kejadian tersebut, menyita perhatian yang sangat serius dengan mata melotot tegang oleh sejumlah penumpang lainnya yang ada di dek kapal malam hari itu.
Dihubungi petugas Dishub bidang kelautan Kapal Roro, Rabu 23/06/21 kemarin Ngawidi menjelaskan bahwa ada anggota yang mengatur di lapangan.
"Maaf bapak/ibu, di lapangan kita ada kepala UPT penyebrangan yg mengatur langsung dan untuk proses di dalam kapal menjadi tanggung jawab Nahkoda kapal , untuk masalah ini kami perlu cek dulu ke kapal lestari dan anggota kami di lapangan karena secara SOP kami tak pernah memerintah kan begitu," terangnya.
Dikonfirmasi Kepala UPT Dishub Pelabuhan Roro, Fauzi mengatakan kepada wartawan bahwa akan memperbaiki sistem itu.
"Mohon maaf atas kejadian ini, dan segera saya kami proses, terkait dengan hal kejadian tersebut, yang se-tau kami setiap kali proses muat atau pun bongkar harus dipandu oleh kru kapal, dan kru kapal yang menyusun kendaraan di dalam kapal.
Tapi tetap kami akan proses hal ini kepada kapal yang dimaksud, terima kasih informasinya pak," ucapnya meyakinkan.


Komentar Via Facebook :