Kapus Kari Angkat Bicara Terkait Pemberitaan di Salah Satu Media Online

Kapus Kari Angkat Bicara Terkait Pemberitaan di Salah Satu Media Online

Foto: Rizka Soviana Dewi, AMd Keb Kepala Puskesmas Kari Kecamatan Kuantan Tengah (ist)

CYBER88 | Kuansing - Kepala Puskesmas (Kapus) Kari Kecamatan Kuantan Tengah  Kuansing - Riau, Rizka Soviana Dewi Amd.Keb menyayangkan pemberitaan di salah satu media online.

Pasien WS menyebutkan "gara - gara petugas liburan, satu keluarga di Kuansing yang mengalami gejala Covid-19 tak bisa tes Swab PCR." Begitulah pernyataan WS di salah satu media online.

"Kami sudah layani pasien dari awal sampai akhir sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) yang berlaku," kata Rizka Soviana Dewi,AMd Keb Kepala Puskesmas Kari  kepada CYBER88. Kamis, (1/7/21).

Rizka Soviana membeberkan kronologis, saat itu datang keluarga WS ingin di Swab PCR, namun kedatangan pasien tersebut tidak pada jadwal Swab PCR. Pada saat pasien datang, kebetulan salah seorang analis di Puskesmas Kari minta izin mau periksa kehamilan nya, jadi dia tidak masuk, namun analis pengganti masih ada satu orang lagi," kata Rizka.

Sayangnya, keluarga pasien nyeletuk "enak kali ya kalian bisa liburan," ungkap Riska menirukan komentar keluarga pasien yang ingin di swab PCR itu.

Dijelaskannya, kegiatan Swab PCR di Puskesmas Kari diadakan tiga kali seminggu yaitu hari Selasa, Rabu, dan Sabtu. Kebetulan keluarga WS datang nya hari kamis, sehingga analis dan surveilans menyarankan untuk Swab antigen dan beliau mengiya kan," sebut Kapus.

Dijelaskannya, kalau swab antigen bapak (pasien) positif, maka nanti bakal ada tim tracer PKM datang ke rumah bapak sambil mengantar kan obat buat bapak, dan beliau juga setuju.

Akhirnya beliau, istri dan anak nya swab antigen, beliau minta anak nya juga di swab, kami pun mngiyakan, asal anak nya mau dan tidak menangis. Saat di swab ternyata anak pasien itu, tidak mau di swab dan dia menangis. 

Tim tracer sampai ke rumah pasien WS tersebut pada pukul 12.15 WIB, pada saat kedatangan tim tracer, sambutan beliau cukup hangat kepada  tim tracer puskesmas.

Pada saat di rumah beliau, tim tracer langsung memberikan obat kepada beliau termasuk obat anti virus di dalam nya. 

Kemudian tim tracer bertanya mulai kapan merasakan gejala demam, WS menjawab pada hari Senin tgl 28 Juni 2021.

Kemudian tim tracer bertanya gejala apa yang dirasakan selain demam, kembali WS menjawab batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan. Lalu tim tracer bertanya lagi apakah kehilangan indra penciuman dan perasa, ia menjawab iya hari ini, lalu tim tracer menjelaskan, memang gejala covid-19 biasanya pada hari ke empat dan ke lima.

Selanjutnya tim tracer bertanya lagi, apakah ada keluhan yang lain seperti mual, nyeri sendi, mencret, WS menjawab ada.

Kemudian tim tracer bertanya apakah ada penyakit bawaan seperti DM, jantung, hati dll, WS menjawab tidak.

Saat tim tracer bertanya apakah seminggu yang lalu ada bepergian, ia menjawab dari Pekanbaru - Dumai - Pekanbaru - Taluk Kuantan dan perjalanan tersebut di mulai dari tanggal 23 Juni - 26 Juni ucap Kapus mengurai kronologis nya.

Setelah itu berterima kasih telah di kunjungi tim Puskesmas dan di berikan obat, tim tracer pamit pulang.

"Heran nya, kenapa setelah kita layani dan proses pasien WS itu malah membuat berita yang aneh - aneh di media online tentang pelayanan Puskesmas Kari ?! Apa salah rekan - rekan UPTD Puskesmas Kari kepada WS atau keluarga??," pungkas Kapus mengakhiri dengan keheranan.

Komentar Via Facebook :