Rehabilitasi dan Rekontruksi Pasca Bencana Universitas Tadulako
CYBER88 | Palu - Ratusan gedung di Universitas Tadulako (Untad) Palu Provinsi Sulawesi Tengah alami kerusakan berat, sedang dan ringan serta termasuk gedung rektorat yang di akibatkan gempa bumi dan tsunami pada tanggal 28 September 2018 beberapa tahun lalu.
"Tsunami telah memporak-porandakan kota Palu, untuk informasi lebih jelasnya bisa temui Ketua Tim Teknis Rehabilitasi dan Rekontruksi Pasca Bencana Universitas Tadulako," ungkap Kepala Biro Umum dan Keuangan Untad Palu DRS. Sukran. Msi ketika di temui di ruang kerjanya hari ini. Jumat, (2/7/21).

Berdasarkan hasil pendataan, terdapat sekitar 229 bangunan di kampus Untad yang mengalami kerusakan dan saat ini sebagian telah selesai di perbaiki.
Tetapi sisanya masih dalam proses pada berkas Kementerian PUPR, terkait besaran dan sumber dana serta kontraktor pelaksana, itu kewenangan pihak Kementerian.
Di tempat terpisah, Ketua tim Teknis Rehabilitasi dan Rekontruksi Pasca Bencana Universitas Tadulako, Ir.Iwan Setiawan.ST.Msi ketika di temui di ruang kerjanya pada tadi siang sekira pukul 10.30 WITA membenarkan perihal gedung rusak tersebut.
"Betul, ada sekitar 229 bangunan yang rusak di Untad, termasuk gedung utama rektorat akibat gempa dan tsunami tahun 2018.
Dari 229 bangunan tersebut, saat ini telah di perbaiki ada sekitar 143 bangunan yang kategori rusak ringan, sisanya yang kategori rusak sedang sejumlah 86 bangunan masih dalam proses tender di Kementerian PUPR.
Pada intinya, kami pihak Universitas Tadulako (Untad) tidak mengetahui sumber dan besaran anggaran serta siapa kontraktornya, kesemua proses baik perencanaan sampai dengan proses tender itu di lakukan oleh Kementerian PUPR, pihak Universitas Tadulako hanya sebatas mengusulkan dan menerima hasil pembagunan yang di lakukan oleh Kementerian PUPR melalui rekanan sebagai pemenang tender," ucapnya menutup pertemuan.


Komentar Via Facebook :