Pejabat PUPR dan BPJN Sulteng Cuci Tangan Terkait Proyek Lereng Kebun Kopi
CYBER88 | Palu - Proyek rekontruksi dan penanganan lereng pada ruas Jalan Nasional Tawaili - Kebun Kopi - Toboli dengan panjang sekitar 40 kilo meter, telah menelan anggaran APBN sekitar Rp.500,7 miliar terhitung sejak tahun 2017 sampai dengan 2019.
Anggaran tersebut di gelontorkan melalui Kementerian PUPR Dirjen Bina Marga, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) yang selanjutnya pada Satuan Kerja Wilayah II provinsi Sulawesi Tengah dan di kelola oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ruas Tawaili-Kebun Kopi - Toboli. Selasa, (15/06/21).
Alokasi anggaran sebesar Rp.500,7 miliar tersebut, terbagi pada 6 paket kontrak dengan kegiatan yang sama berupa rekontruksi dan penanganan lereng Kebun Kopi, masing-masing di kerjakan oleh PT. Wasco SP - KSO mengerjakan anggaran sebesar Rp.123,2 miliar, PT. Tunggal Mandiri Jaya mengerjakan anggaran sebesar Rp.74,7 miliar, PT. Kurnia Mulia Mandiri mengerjakan anggaran sebesar Rp.34 miliar, PT. Istika Karya (Persero) mengerjakan paket senilai Rp.122 miliar, PT. Bumi Duta Persada mengerjakan anggaran sebesar Rp.111,8 miliar dan PT.DD Brother Counstruction mengerjakan paket dengan nilai kontrak sebesar Rp.35 miliar.
.jpg)
Berdasarkan hasil investigasi media ini pada pekan lalu serta pemberitaan media cyber88.co.id pada tanggal 24 Mei 2021, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Aji Giri Luhur Pribadi.ST, Kepala Satuan Kerja (Ka.Satker) Agustinus Junianto.ST, terkesan menghindar dan tidak memberikan tanggapan ketika wartawan media ini berupaya melakukan konfirmasi.
Lain halnya dengan pucuk pimpinan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) di provinsi Sulteng, Muhammad Syukur.ST.MM telah mengundang wartawan media ini pada Selasa, (08/06/21) di ruang kerjanya yang di dampingi oleh Kepala Seksi (Kasi) Preservasi Bambang.
Namun pada kesempatan tersebut, Muhammad Syukur meminta pada wartawan media ini untuk tidak melakukan perekaman.
“Saya minta jangan di rekam dan di ekpos di berita, kita diskusi saja,nanti saya upayakan sampaikan pada PPK Aji Giri Luhur Pribadi.ST agar mau memberikan tanggapan kepada teman-teman wartawan," ucap Syukur.
Faktanya sampai berita ini di turunkan, PPK Aji Giri Luhur Pribadi, ia tidak sudi membuka blokiran kontak WhatsApp dan Kepala Balai PJN Muhammad Syukur.ST.MM terkesan enggan membuka pesan konfirmasi melalui WhatsApp.
Di duga rasa takut yang menghantui pihak BPJN Sulteng untuk di konfirmasi, terkait dengan data lapangan yang di peroleh berdasarkan hasil investigasi pada pekan lalu yang mana di duga hasil pekerjaan tersebut sangat bobrok dan dari beberapa paket yang ada .
Di duga kuat pihak kontraktor tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, pasalnya sangat jelas terlihat, ada yang terpasang pen pengancing dan ada yang tidak terpasang, serta jaring pengaman di beberapa titik juga tidak selesai terpasang, bahkan ada yang berserakan di bahu jalan.
Salah satu pengguna jalan pada ruas tersebut, yang enggan di beritakan identitasnya, ketika di mintai tanggapannya pada Sabtu (12/6/21) mengatakan, "berdasarkan pengamatan kami setiap melintas di daerah Kebun Kopi ini, sejak tahun 2020 sampai saat ini kami tidak pernah melihat adanya pekerja yang menyelesaikan hasil pekerjaan pengaman tebing yang ada, baik yang melakukan pemeliharaan hasil pekerjaan," ucap warga tersebut.
Sampai berita ini di turunkan, belum mendapatkan konfirmasi dari pihak BPJN Sulteng maupun pihak kontraktor pelaksana.


Komentar Via Facebook :