Dewan Redaksi Cyber88 Ingatkan Wartawan Untuk Tak Buat Berita Hoax, Pimred : Semakin Pohon Berdiri, Tiupan Angin Semakin Kencang
CYBER88 | Tasikmalaya -- Dewan Redaksi Media Cyber88, Uden Caraka lagi – lagi mengingatkan kepada seluruh wartawan untuk selalu patuh pada kode etik jurnalistik dalam melaksanakan tugas peliputan. Ia pun meminta kepada wartawan jangan sampai membuat berita Hoax atau berita bohong. Pasalnya, Kata dia, kode etik menjadi rambu-rambu bagi wartawan.
Selaku dewan Redaksi yang mempunyai salah satu tugas memantau alur pemberitaan, Uden pun, meminta pada seluruh Admin pemberitaan untuk lebih apik dalam menyortir pemberitaan.
Teliti dulu kebenarannya, apakah berita itu benar, atau bohong, apalagi mencatut nama besar seseorang. Jangan sampai kita terjebak dalam pelanggaran kode etik dan pelanggaran UU ITE, “ Kata Uden di Tasikmalaya usai bersilaturahmi dan mendengarkan arahan dari Penasehat Media Cyber88 Irjen Pol (Purn) Dr H Anton Charliyan MPKN, Minggu (1/8/2021).
Kata Uden, Kode etik jurnalistik merupakan rambu-rambu, yang merupakan ruh yang membedakan wartawan dengan penulis lain yang saat ini tumbuh tidak terkendali dan kadang dikeluhkan. Ia pun mencontohkan, banyak warganet yang seenaknya menulis kalimat – kalimat yangbelum tentu kebenarannya.
Oleh karena itu, lanjut Uden, untuk seluruh awak Media terutama Redaksi harus benar – benar memahami apa itu Jurnalistik, terutama delik – delik Pers yang bisa mengancam wartawan sekaligus keberlangsungan Media itu sendiri.
Pria yang beralih profesi dari Politik ke Jurnalistik ini pun kembali menekankan, bahwa wartawan harus memiliki 4 elemen kapasitas. Keempat kapasitas itu adalah skill atau keterampilan, kesadaran, pengetahuan dan leadeship.
Sementara Skill yang wajib dimiliki wartawan terkait 6M, yakni mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan mempublilasikan data.
Selain itu, Jurnalis juga harus memiliki kesadaran menyangkut lingkungan yang menjadi sumber atau objek pemberitaan dan juga terkait aturan-aturan yang berlaku.
"Pengetahuan, bukan hanya ilmu tentang jurnalistik, minimal pengetahuan di bidang kerja atau desk kita, “Terang dia.
Terkait adanya pemberitaan di sejumlah media yang diduga mendapatkan kiriman rilis dari seseorang yang menyebut Mantan Kapolda Jabar Geram namanya dicatur di Box Redaksi Cyber88, Uden hanya tersenyum dan mengatakan, Publik yang akan menilai.
Barusan kan, kita sudah dengan bersama apa yang dikatakan Abah Anton, Beliau sama sekali tak pernah membuat statemen seperti itu. Jadi jangan terpengaruh dengan berita Hoax, biar saja publik yang menilainya, “Ucapnya dengan Tandas.
Menurut Uden, dengan adanya sebaran rilis berita yang dilakukan oleh orang yang mungkin kurang paham tentang bagaimana membuat pemberitaan, justru Media Cyber88 malah diuntungkan. Karena secara tidak langsung Media Cyber88 akan lebih terkenal dengan berita yang mereka tayangkan.
Meski demikian, Uden pun mengajak kepada seluruh pegiat Media, untuk saling menghargai dan menjaga Marwah dunia Media. Jangan karena yang kirim rekan dekat, langsung di tayangkan.
Harusnya di filter dulu, kalau ada kiriman, kalau memang akan berpatokan pada UU Pers, “ Imbuhnya.
Baca Juga : Redaksi Cyber88 Bersama Wartawan Priangan Timur Bersilaturahmi ke Abah Anton Charliyan
Sementara itu, Pimpinan Redaksi Cyber88 Tommy Freddy Manungkalit, SH, S.Kom terkait adanya pemberitaan itu, seperti sebelumnya ada berita yang menghantam kepopuleran Media Cyber88, kali ini pun malah tertawa melalui sambungan telepon dari kawasan Batu Mahpar Tasikmalaya.
Tommy mengatakan, ga aneh,, kalau pohon semakin tingggi, maka tiupan angin akan semakin kencang. Menurutnya, Pohon itu akan tumbuh subur dengan dengan berbagai pupuk yang memang tidak manis. Jadi, apa yang publik saksikan merupakan tontonan sebuah kebodohan.
Disamping menyampaikan pesan pada Abah Anton, Tommy pun meminta pada seluruh Wartawan tidak terpengaruh dan emosi dengan adanya berita yang menyudutkan Medis Cyber88. Ia berharap semua wartawan yangmenjadi tanggung jawabnya tetap Fokus dalam kegiatan Jurnalistik dengan tetap pada rambu – rambu. [yudi]


Komentar Via Facebook :