Anton Charliyan : Gugurnya Seorang Jendral oleh Kelompok Sparatis Merupakan Penghinaan Besar

Anton Charliyan : Gugurnya Seorang Jendral oleh Kelompok Sparatis Merupakan Penghinaan Besar

CYBER88 | Tasikmalaya -- Di awal Tahun 2021, situasi politik dan keamanan Papua kian memanas. Beberapa hari yang lalu Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah atau Kabinda Papua Brigjen TNI Putu I Gusti Putu Danny Nugraha Karya meninggal dunia usai baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Beoga Kabupaten Puncak Papua.

Gugurnya Kepala BIN Papua itu pun mendapat beragam tanggapan dari sejumlah tokoh. Salah satunya dari mantan Kapolda jabar Irjen. Pol. Purn. Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N. 

“Dalam kesempatan ini saya ucapkan Turut Berduka Cita yang sedalam – dalamnya kepada BIN, TNI dan Keluarga Korban Atas gugurnya Perwira Tinggi, sebagai Putra terbaik Bangsa dan Negara,”ucapnya seraya prihatin.

Selain menyampaikan rasa duka cita, Purnawirawan Jenderal bintang dua yang juga merupakan tokoh Budaya di Jawa barat ini berharap, insiden tersebut menjadi yang terakhir di Papua dimana prajurit terbaik kita gugur dalam tugas.

Pria yang kerap disapa Abah Anton ini menuturkan, “sebelum terjadinya penembakan Kabinda di Kab Puncak, Beberapa kali terjadi penembakan terhadap para Prajurit TNI maupun Brimob Polri yang mengakibatkan beberapa orang Tewas.

Beberapa bulan lalu terjadi juga bentrokan TNI dengan Gerakan Papua Merdeka (GPM) yang membawa korban jiwa, Kemudian terjadinya Deklarasi gerakan Sparatis GPM yang terang - terangan kepada Dunia. 

Baca Juga : Kapolri Perintahkan Satgas Nemangkawi Kejar KKB Papua

Menurut analisa Mantan Kapolda Jabar, tindakan tersebut, Pertama, bukan lagi bisa dikategorikan sebagai pelanggaran berat, tapi sudah masuk kategori menabuh gendrang perang menantang NKRI, sebaga Negara yang Merdeka dan Berdaulat. Sementara gerakan mereka merupakan gerakan separatis di wilayah Negara kita. 

Apalagi dengan adanya pernyataan ingin memerdekakan diri mendirikan Negara,  diatas sebuah Negara yang berdaulat sudah diakui oleh seluruh bangsa - bangsa di Dunia. Mereka melawan dengan terang - terangan terhadap alat negara TNI-POLRI, BIN, dll. 

Hal ini secara Hukum sudah jelas merupakan tindakan MAKAR atau PEMBERONTAKAN terhadap negara yang Sah, “Tandas Abah Anton dalam keterangan tertulisnya Kamis (29/4/2021).

Kedua, lanjut Abah Anton, dengan membunuh, mengancam dan menteror warga, bahkan Aparat TNI-POLRI dan terakhir Kepala BIN, sudah jelas bisa dimasukan kedalam kategori tindak pidana Terorisme. 

Kejadian di Papua ini selalu terjadi Berulang-ulang seolah tidak pernah selesai. Sama seperti halnya dulu di Poso, dimana sekarang di Poso sudah relatif Aman. 

Bercermin dari hal tersebut, penembakan terhadap seorang Perwira berpangkat Jendral ini, saya kira bukan merupakan hal Sepele. Ini merupakan penghinaan terhadap Harkat dan Martabat Bangsa Negara. 

Dengan Kejadian ini, bisa kita jadikan titik awal, moment untuk mengadakan Opsus bahkan bila perlu Operasi Militer sebagaimana yang terjadi di Poso. 

“Maka tidak ada salahnya bila di Papua pun untuk menghadapi GPM ini bisa dipakai pola yang sama seperti Operasi di Poso, yakni tindakan tegas tanpa ampun sekecil apapun setiap gerakan - gerakan sparatisme yang ingin memberontak, mendirikan negara sendiri dan memisahkan diri dari NKRI,” Tegas Jendral bintang dua tersebut. 

Dengan mengadakan Opsus gabungan TNI-Polri, yang dikedepankan bisa di dahului dengan Operasi Kamtibmas dulu. Baru bila kemudian tidak dapat diatasi, langsung adakan Operasi Militer. 

“Dengan target sampai tuntas, sekali lagi dengan target sampai tuntas ke akar – akarnya, karena ancaman ini sudah jelas - jelas nyata, jika memang Negara ini serius ingin Menyelamatkan Papua, sekalipun dalam kondisi Covid-19,” tegasnya lagi.

Hal ini harus segera dilakukan dan jangan dianggap sepele bila tidak ingin Papua jatuh ke tangan GPM dan antek - antek asing dibelakangnya, yang justru memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan disaat situasi Covid-19, dengan mencoba mengganggu Keamanan di Wilayah Indonesia Timur Papua dan Wilayah Sulawesi Tenggara yang memang sebelumnya sudah jadi perhatian International. 

Penanganan Covid memang Penting, tapi Keamanan Negara jauh lebih Penting. Selamat Berjuang TNI-Polri, Sikat Habis musuh - musuh Negara ini sampai titik darah penghabisan,” Tandasnya. [sam]

Komentar Via Facebook :