Anton Carliyan Hadiri Acara Milad ke 386 Ngaruwat Getih Karawang 

Anton Charliyan : Karawang Adalah Kota Sejarah Dan Perjuangan Di Tatar Sunda

Anton Charliyan : Karawang Adalah Kota Sejarah Dan Perjuangan Di Tatar Sunda

CYBER88 | Karawang – Dalam rangka hari jadi Karawang yang ke 386 tahun 2020, kali ini LSM Lodaya berinisiatif menjadi pemangku tunggal untuk menggelar acara tradisi Ngaruwat Getih Karawang.

Walaupun dibayang-banyangi suasana Covid-19, acara berlangsung dengan sukses, tentu saja dengan tetap memperhatikan Prosedur kesehatan 3M yang agak super ketat.

Acara tersebut dipusatkan di lokasi Goa Dayeuh Desa Tamansari Pangkalan yang dilaksanakan malam hari dengan menggelar acara Ruwatan Wayang Golek sambil menampilkan seni budaya khas lainya.

Wilayah berada di daerah pinggiran kota, sekitar 30 menit dari pusat kota. Hal tersebut dimaksud agar perayaan HUT karawang kali ini, bisa dinikmati masyarakat Pedesaan.

Dalam kesempatan tersebut, diundang salah satu tokoh Nasional yang merupakan Pemerhati Budaya yakni Irjen pol  Purn) Dr H Anton Charliyan Mpkn.

Mantan Kapolda jabar dan Kadiv Humas Polri, yang lebih akrab di panggil Abah Anton, di undang sebagai salah satu perwakilan para tokoh dan Sesepuh Sunda jabar,” Hal itu dikatakan oleh penyelenggara kegiatan.

Dalam sambutanya Abah Anton menyampaikan beberapa hal, “bahwa Karawang itu merupakan sebuah wilayah yg punya peran strategis, unik dan multi complek di tatar sunda ini,” Ucapnya.

Karena, yang pertama, Karawang merupakan Kota tua yang sangat bersejarah. Itu dibuktikan dengan ditemukanya Candi Jiwa sebagai Candi tertua di Nusantara yang tepatnya berada di Desa Segaran Kecamatan Batujaya.

Candi tersebut, merupakan peninggalan Tarumanagara pd abad ke 4 M. jadi artinya Candi Jiwa keberadaannya lebih tua dari candi Dieng jateng, yang teridentifikasi dibangun pada abad ke 8, yang selama ini dianggap sebagai candi tertua di Indonesia,”Terang Abah Anton.

Yang kedua, Karawan sebagai kota Religius karena Pesantren Tertua di Indonesia pun berawal dari Karawang dari Syech Quro sekitar thn 1428. Pesantren tsb Telah ada Sebelum para Wali datang ke Nusantara.

Kemudian, Lantur Abah Anton, yang ketiga, Karawang sebagai Kota Perjuangan. Karena, menurutnya, peristiwa Rengas Dengklok lokasinya di Karawang juga.

“Tidak akan ada Deklarasi Prolamasi 17 Agustus 1945, tanpa adanyapPeristiwa Rengas Dengklok,” Kata Mantan Kapolda Jabar tersebut..

Selanjutnya, Karawang juga merupakan kota Seni dan Budaya. Di Karawanglah tempat lahirnya Seni Tari Jaipongan. Makanya Karawang lebih populer dengan julukan sebagai Kota  " Goyang Karawang ", Sebut Abah Anton.

Selain itu Karawang juga merupakan kota dagang dan Industri. Dari dulu, Karawang dikenal sebagai lumbung padi Jawabarat. Sekarang pun sebagai Pusat Kawasan Industri Strategis Nasional.

Makanya cocok dengan Nama Karawang itu sendiri, yang sering disinonimkan dengan istilah Karo Uang atau Sarang Uang dll. Yang artinya Gudang Uang, banyak uang atau sebagai tempat yang baik untuk mencari uang dan mencari rezeki,” Tutup Mantan Dadiv Humas Mabes Polri tersebut.

Pantauan Cyber88.co.id, acara berlangsung meriah dan sukses,

Hadir juga dlm kesempatan tsb Sekda Karawang Drs H Acep Jamhuri mewakili Bupati, Wa Henhen dari Jagabaya lingamanik, Para tokoh budaya dan pemuda Karawang.

Ucapan dari seluruh aktivis Budaya dan masyarakat Jabar, “Selamat Milad untuk Kabupaten Karawang yang ke 386. Semoga ke depan bisa menjadi kabupaten terdepan di Jabar.

Apresiasi yang tinggi kpd LSM Lodaya DPP Kang Nace Permana SE S.kom, yang telah Sukses menggelar acara Ngamumule seni Budaya leluhur Sunda, dengan Tema “Ngaruwat getih Karawang thn 2020”. (Hys)

Komentar Via Facebook :