Raut Kesal Seorang Anggota DPRD Provinsi Atas Ketidakhadiran Camat dan Lurah Minas di Giat Reses
Sonawati, SH Didampingi Perwakilan Lurah dan BPJS Kesehatan Kabupaten Siak (ist)
CYBER88 | Siak - Silaturahmi dan giat reses Anggota DPRD Provinsi Riau Komisi V Sonawati, SH., dari fraksi PDIP dan Dewi Nurmina Purba dari BPJS Kesehatan Kabupaten Siak, merupakan kegiatan reses bulanan yang dilakukan di daerah pemilihannya yaitu di kecamatan Minas, kelurahan Minas Jaya, kabupaten Siak, provinsi Riau. Kamis, (26/08/21).

Kegiatan yang dimulai sekira pukul 10.45 WIB dimana yang tercantum di undangan kepada warga, dimulai pukul 10.00 WIB pagi, ternyata molor beberapa menit, serta raut kesal seorang anggota DPRD provinsi atas ketidakhadiran camat dan lurah tampak diawal kegiatan.
Acara reses dan silaturahmi ini bertempat di salah satu rumah RT 001 /RW 12 G. Panggabean, juga dihadiri oleh RT lain, RW dan hanya perwakilan dari kantor lurah yaitu Zukri., S.sos bagian Kesra Dinsos, serta beberapa warga Minas, namun tidak tampak kehadiran camat maupun perwakilan camat.
Dalam pembukaannya, Sonawati menyampaikan rasa terimakasih dan ucapan syukur masih bisa bertemu lagi di tengah masyarakat Minas.
"Saya berkunjung kembali ke Minas yang seharusnya saya lakukan di bulan Juli, harus tertunda karena kita tahu bahwa Riau masih di nomor 4 dengan kasus Covid-19 tertinggi, merupakan tugas dan tanggungjawab kami sebagai anggota DPR prov. Riau.
Selain mendapat keluh kesah masyarakat Minas seperti tidak adanya gedung sekolah di kecamatan Minas Jaya, keadaan air PAM yang berlimbah minyak mentah, keadaan siswa yang belajar daring terhalang oleh quota murid hingga bansos yang pembagian nya tidak sesuai si penerima, Sonawati berang akan ketidak hadiran camat dan lurah kecamatan Minas.
"Ada kewenangan dari kelurahan, kabupaten, provinsi maupun pusat, namun ketidakhadiran camat dan lurah dimana kegiatan ini dirancang oleh mereka. Kalau ada lurahnya sebetulnya dia lebih langsung tahu dan sebetulnya warga itu harusnya lebih dekat dengan lurah.
Saya hadir disini ini berdasarkan UU untuk ditugaskan, namun lurah dan camat sendiri tidak menghargai kami, terutama tidak menghargai waktu. Bagaimana ia dengan masyarakat dan jauh hari kami sudah beritahu ke beliau dan seizin beliau kami ada, disini juga ada tanda tangan beliau untuk kehadiran kami.

Kalaupun beliau ada kerjaan lain, harusnya ditugaskan kepada anggota yang lain, secara langsung kegiatan ini merupakan tanggungjawab beliau dan ini merupakan sama sama tugas negara," sambungnya kesal.
Dan program pembangunan itu dirancang awalnya dari lurah, lalu ke kabupaten, provinsi lalu pusat dan ini juga menjadi catatan bagi kami berarti jika lurah seperti ini bagaimana ia ke masyarakat," ucapnya kesal.
Saat Sonawati buka sesi tanya jawab, salah satu warga yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan bahwa warga menunggu kehadiran camat dan lurah tanpa diwakili.
"Seharusnya bukan pak Zukri yang hadir, karena disini kami ingin mendengar langsung penjelasan camat minas dan lurah terkait pertanyaan pertanyaan warganya. Jika pun nanti selesai acara, kami minta pak Zukri langsung menyampaikan kepada camat dan lurah perihal keluh kesah warganya," ucapnya berang.
Lalu Sonawati menjelaskan bahwa seharusnya reses ini ada 3 kali pertemuan, dari bulan Januari - April, Mei - Agustus dan terakhir di September - Desember.
"Dengan berat hati saya menyampaikan bahwa reses di kecamatan Minas merupakan reses terakhir,"
Diakhir silaturahmi, Sonawati memberikan bansos kepada warga berupa 2 liter minyak goreng dan 1 kilogram gula pasir.


Komentar Via Facebook :