Tommy F Manungkalit: Tidak Relevan Meminta Data ke Jurnalis, itu bukan Ranah Saya

Polemik Data Ganda Bansos dan Oknum Kecamatan Minas Minta Data Warga ke Jurnalis

Polemik Data Ganda Bansos dan Oknum Kecamatan Minas Minta Data Warga ke Jurnalis

Ilustrasi Internet

CYBER88 | Siak - Kisruh data ganda dan ketidak adilan pembagian bansos di kelurahan Minas Jaya kecamatan Minas kabupaten Siak yang tidak selesai sampai saat ini hingga merembes ke hal lain. Rabu, (22/09/21).

Sebelumnya ada beberapa warga Minas yang berkomentar di Facebook link berita ini perihal pembagian bansos.

Baca juga : Data Ganda Bansos Hanya Untuk Pengalihan Penyaluran Tidak Tepat Sasaran

Seperti komentar pemilik FB Jumpa Silitonga "betul itu bahkan nama saya pun didata ttp sampai sekarang tidak tahu apa gunanya memang pernah kami dapat 2 kali sesudah itu sampai sekarang tidak pernah lagi dapat"

Pemilik akun fb Borneng ces juga ikut berkomentar juga "nggak pernah dpt bantuan bos, hahahaha sama nasip kita janda miskin ini kk masuk koran tapi tidak dapat juga dipanggil k kantor lurah di panggil ke kantor camat tapi tidak dapat juga. agoi tahe tuhan boasa pogos hami," tulisnya.

Sebelumnya, pemilik akun Borneng Ces tersebut sudah dipanggil pihak kelurahan dan pihak kelurahan mengatakan bahwa Borneng akan mendapat bantuan sosial di tahun mendatang tanpa ada penjelasan bantuan sebelumnya apakah diterima rapel atau di hilangkan.

Demikian juga nasib janda data ganda Ruskia Sianipar yang dipanggil dengan nada paksaan oleh pihak RT untuk segera ke kantor lurah tanpa adanya surat undangan resmi dari kantor camat atau lurah.

"Si RT menyampaikan kepada saya pergilah ke kantor lurah, karena masalah ito (sebutan untuk saudara perempuan batak,red) saya tidak kerja, saya bilang saya tak bisa karena pinggang saya sakit  lalu si RT sampaikan jika masih berkeras juga siap siap ito dipanggil ke kantor polisi, dan setelah itu istri RT menimpali dengan mengatakan ke saya, "jangan lagi eda ber RT sama kami". Saat mereka sampaikan begitu saya pulang ke rumah tanpa banyak bicara.

Saya warga Indonesia yang legal, saya tidak pernah berbuat kriminal. Data saya yang ganda di kantor lurah, tapi seolah saya yang jahat dimata mereka.

"Jadi saya mau ada surat undangan resmi yang ditandatangani oleh pihak kecamatan, saya bukan binatang juga bukan pembantu mereka," ucap nya kesal.

Namun sampai berita tersebut dikirim jurnalis ke WhatsApp pribadi pegawai, WhatsApp si jurnalis di blokir.

Mengetahui nomor WhatsApp dan telfon jurnalisnya di blokir pihak kelurahan, Pimred CYBER88 sekaligus pendiri Forum LSM Riau Bersatu Tommy Freddy M mengirimkan pesan kepada oknum pegawai kecamatan.

"Tidak relevan jika seorang oknum kecamatan meminta data terkait bansos warganya kepada seorang jurnalis, seharusnya mereka yang lebih mengetahui kondisi warganya mana yang mampu dan tidak mampu. Itu bukan ranah saya dan jurnalis saya," tukas Tommy.

Komentar Via Facebook :