Ormas PBB Ungkapkan Sutikno Berperilaku Bak PKI Terkait Karyawannya Darmas Silaban

Dapot Sinaga Dari Komisi II DPRD Kota Akan Layangkan Surat Panggilan Kepada Sutikno

Dapot Sinaga Dari Komisi II DPRD Kota Akan Layangkan Surat Panggilan Kepada Sutikno

Simanungkalit Huang & Partner, Darmas Silaban Serta Ormas PBB di Salah Satu Ruangan DPRD Kota (ist)

CYBER88 | Pekanbaru - Mendengar kabar Darmas Silaban yang diabaikan pengusaha Sutikno pemilik Dolphin & Jack Water Park Jl HR. Soebrantas Pekanbaru, Dapot Sinaga dari Komisi 2 DPRD Kota dan Matondang Pembina ormas PBB (Persatuan Bangsa Batak,red) Riau berang dan angkat suara. Senin, (04/010/21).

Hal ini mereka sampaikan kepada kru media CYBER88 setelah Darmas Silaban dan tim kuasa hukumnya Tommy Freddy Manungkalit, S.Kom., SH., Perianto Agus Pardosi, SH dari Simanungkalit Huang dan Partner keluar dari ruang Komisi III DPRD Kota.

Dapot Sinaga mengungkapkan bahwa perilaku seorang pengusaha seperti Sutikno suatu hal yang memalukan dan melanggar HAM.

"Tidak sepatutnya dia melakukan hal tersebut, dimana hati nuraninya sebagai manusia. Jangan semena mena terhadap orang susah. Saya akan memanggilnya terkait akan hal yang dia lakukan kepada Darmas Silaban. Saya dari Komisi II akan melayangkan surat pemanggilan kepadanya. Itu sudah masuk pelanggaran HAM dan saya sebagai Komisi II tidak terima, dia pengusaha seharusnya dia tahu rules pengusaha dan pekerjanya diperlukan seperti apa, bukan kelakuan seperti tidak manusiawi gitu," ucapnya geram.

Hal senada juga disampaikan Matondang seorang pembina ormas PBB.

"Dia berbuat seperti itu sudah sama dengan PKI. Pekerjanya diusir, rumah digembok sehingga untuk pakai kolor pun tidak bisa. Ya karena semua pakaian hingga perlengkapan anaknya sekolah di dalam rumah yang di gembok itu kan. Itu perilaku PKI biar dia tau.

Kami ormas PBB akan tuntut si Sutikno itu biar dia tau bagaimana rasanya diperlakukan seperti yang dia lakukan ke Darmas Silaban. Ini Indonesia, jadi jangan sesukanya perlakukan orang. Kalau mau berperilaku seperti PKI, jangan tinggal di Indonesia," tukas Matondang.

Beberap jam sebelumnya, Darmas Silaban dan tim kuasa hukum lakukan mediasi dihadapan Komisi III DPRD Kota, Disnakertrans dan Sutikno namun belum menemukan hasil.

Hingga saat ini, Darmas Silaban dan keluarganya masih hidup dengan belas kasih dari orang lain dan masih tinggal di rumah iparnya namun harta bendanya yang ada di salah satu rumah Sutikno belum juga dikeluarkan oleh Sutikno.

Komentar Via Facebook :