PIP SMAN 2 Padalarang Diduga Disunat Oknum Tim Sukses Salah Satu Anggota Dewan
CYBER88 | KBB -- Program Indonesia Pintar (PIP) diluncurkan pemerintah pusat dalam upaya mendorong pendidikan agar bisa dinikmati oleh semua siswa. Terutama, siswa dari kalangan keluarga kurang mampu secara ekonomi agar tidak ada hambatan apapun untuk mendapatkan hak nya dibidang pendidikan.
Namun yang terjadi dilapangan program ini diduga banyak disalahgunakan oleh beberapa oknum seperti tim sukses anggota Dewan, Bank penyalur, operator sekolah dan guru dengan mengatas namakan jasa atau saling pengertian padahal anggaran ini murni untuk membantu meringankan biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu.
Seperti yang terjadi di SMAN 2 Padalarang Bandung Barat. Berawal dari pesan WA group diduga dari oknum guru yang mengabarkan bahwa PIP periode tahun ini sudah cair dan siswa dapat mencairkan PIP di rumah tim sukses dengan alasan kerumunan padahal status PPKM di Bandung Barat sudah longgar dalam posisi level 2.
Dikarenakan Kepala sekolah sedang tidak ada ditempat begitu pula wakasek kesiswaan dan Humas, Cyber88.co.id menemui salah satu guru yang ikut mengawal pencairan tersebut.
Menurut keterangan guru perpustakaan berinisial A Kamis,(18/11) pihak sekolah diberitahu bahwa PIP sudah bisa dicairkan di Bank penyalur dan sudah dikondisikan secara kolektif oleh pihak terkait sehingga pencairan tersebut tidak ada kendala.
Setelah dicairkan, lanjut dia, kepala sekolah segera meminta agar uang tersebut segera diambil oleh tim sukses anggota DPR tersebut dan segera dibagikan kepada siswa penerima dikarenakan pihak sekolah tidak ingin terlibat hal tersebut dan sudah menandatangani perjanjian dengan pihak tim sukses bahwa sekolah tidak menerima imbalan apapun dan hanya membantu mencairkan saja.

Dirumah tim sukses anggota Dewan tersebut siswa dan orang tua diberikan arahan bahwa PIP tersebut bisa cair karena ada bantuan dari tim sukses anggota dewan dari pusat yang cukup terkenal di Jawa Barat. Tentunya, kata dia, harus ada saling pengertian untuk memberikan uang jasa/operasional untuk para tim sukses tersebut dan berbagai pihak terkait dengan dipotong sebesar Rp. 200.000.- setiap siswa, sehingga setiap siswa hanya mendapatkan Rp.800.000 dari total Rp.1000.000.
Ini murni inisiatif ibu bukan mewakili pihak Sekolah, “tambahnya.
Sementara salah satu tokoh masyarakat Padalarang dan pemerhati pendidikan, Ridwan menyampaikan, “bagaimanapun sekolah terlibat dalam masalah ini karena telah membantu mencairkan dana PIP tersebut dan menyerahkannya kepada pihak Tim sukses untuk segera dibagikan kepada siswa penerima.
Hal ini tentunya membantu peluang penyelewengan dana PIP. Padahal mekanisme penyaluran PIP harus langsung dari pihak Bank penyalur kepada siswa penerima atau dalam keadaan pandemi bisa dikolektif tapi pihak sekolah yang menyalurkan kepada siswa penerima,”Jelas dia.
“Tidak boleh ada kesepakatan apapun untuk masalah PIP karena ini program murni dari Negara. Kalaupun ada Tim sukses salah satu Dewan dengan dalih aspirasi tentunya akan mencederai Anggota Dewan tersebut dan pemberantasan korupsi dinegara ini. Jangankan 20% satu rupiahpun sudah merupakan pelanggaran berat dan harus ditindak lanjuti, “Tambah Ridwan menandaskan dengan raut muka kesal.
Apakah kejadian ini murni ulah salah satu pihak atau hanya untuk menutupi pihak lainnya, Cyber88.co.id masih terus menggali informasi tersebut dikarenakan diduga banyak oknum/lembaga yang terlibat. (Yus' 88)


Komentar Via Facebook :