RTH Lubuk Dalam Yang Tak Kunjung Hijau

Erick Tohir Harus Tahu, PTPN 5 Bohongi Masyarakat

 Erick Tohir Harus Tahu, PTPN 5 Bohongi Masyarakat

Taman RTH Yang Tidak Rampung di Desa Lubuk Dalam, Siak (ist)

CYBER88 | Siak - Pembangunan Ruang Terbuka Hijau yang berada di jalan Pertamina lintas timur, milik PTPN 5 yang berada di wilayah Kampung Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau, hingga kini belum menghijau. Kamis (2/12/21).

Baru ada terlihat RTH PTPN 5 itu 1 bangunan dan 1 Plang nama dan rumput yang gersang dan tanah yang tandus. Tidak tahu kapan kejelasan bangunan RTH itu selesai serta dapat difungsikan sehingga membuat masyarakat Lubuk Dalam bertanya tanya.

Warno, salah satu masyarakat yang tinggal di Lubuk Dalam heran melihat perusahaan plat merah itu cara menyelesaikan RTH yang dijanjikan tak segera diselesaikan, buktinya apa, bohong aja diperbesar. 

“Jangan bohong aja yang diperbesar, masyarakat sudah pintar kalau gak sanggup bilang saja, jangan pakai malu, tunggu tunggu sampai kapan, perusahaan BUMN lho, andai saja pak Erik Tohir tahu pasti beliau marah," Katanya kepada CYBER88

Ia pun menyampaikan masyarakat sangat berharap RTH segera dapat segera diselesaikan dan difungsikan. Biar ada tempat rekreasi bagi anak anak tempatan.

“Anak anak tempatan bisa bermain dan berekreasi setiap sore hari, bisa tempat berkumpul keluarga, pemandangan yang indah tentu jadinya," ungkap Warno. 

Andi Putra, selalu camat Lubuk Dalam saat dikonfirmasi terkait RTH PTPN 5, Camat mengatakan sudah pernah menyurati pihak PTPN 5 untuk membangun taman namun belum mendapatkan tanggapan dari plat merah tersebut.

"Kita sudah menyurati pihak pembuatan taman, akan tetapi belum juga dapat tanggapan dari pihak perusahaan," kata Camat. 

Hingga berita ini tayang, CYBER88 masih menunggu jawaban dari pihak humas PTPN 5  Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau.

Perihal terhentinya proyek pembangunan RTH Lubuk Dalam oleh PTPN V, Ketua DPD LSM GEMPUR Hasanul Arifin yang biasa dipanggil Bung Arif angkat suara, "Seharusnya PTPN V dapat segera menyelesaikan pembangunan rth ini, sehingga hasil dari pembangunan itu dapat segera di rasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar dan sebagai paru-paru alam di wilayah itu. Sebagai perusahaan besar berplat merah PTPN V jangan membuat malu negara yang tidak bisa menyelesaikan hanya dalam sebuah pembangunan RTH saja, inikan sangat memalukan apalagi sampai terkendala di tengah jalan, inikan dapat menimbulkan banyak tanda tanya di masyarakat. Jangan sampai masyarakat menduga ada keterbatasan anggaran PTPN V sendiri atau dugaan penyalahgunaan anggarannya kan akan berdampak tidak baik terhadap PTPN V itu sendiri.

Seolah PTPN V tidak punya anggaran yang cukup untuk kepentingan masyarakatnya sementara sama kita ketahui PTPN V ini adalah perusahaan plat merah terbesar yang petingginya hidup dengan bergelimang kemewahan atau penyalahgunaan anggaran yang tentunya akan berdampak buruk pada personal yang menjalankan kegiatan itu.

Apakah PTPN V ngga malu kalau cuma urusan RTH mesti Erik Thohir yang turun tangan untuk menyelesaikannya," tegas Bung Arif. (Red/Ron).

Komentar Via Facebook :